“ Semua orang menganggapnya egois. Tapi hanya aku yang melihat bagaimana caranya mencintai. Ia ingin menemuimu tapi dia takut, kau akan membencinya. Lihatlah! Tanpa berpikir dua kali, dia mengorbankan diri demi menyelamatkan putri dan cucu yang bahkan tidak pernah mau menemuinya. Maafkanlah dia Diana, maafkan semua kesalahannya.” Tutur dr. Stive di pemakaman Ratih.
Diana hanya bisa menangis tanpa suara, menatap tanpa asa. Beruntung, hatinya bisa memaafkan di waktu yang tepat. Jika tidak, ia akan menyesal seumur hidupnya.
Perlahan, Diana mendekati jasad Ratih yang sudah terbungkus kain kafan dan peti. Diciumnya pipi pucat Ratih. Diana kemudian berbisik
“ Diana memaafkan ibu. Pergilah dengan tenang.”
Jasad itu pun kemudian disholati, dan dibawa ke peristirahatan terakhir. Diana menatap