Mengapa orang yang berpenampilan cupu harus selalu tersingkir dari keelitan di dunia ini? dan mengapa orang yang berpenampilan menarik selalu dipuja puja serta selalu masuk dalam daftar elit ?
~Hafi
Mobil Lamborgini merah milik Loren melaju gesit kearah parkir, mata semua orang melotot melihatnya.tak lama kemudian Loren keluar dengan arogannya.
Pesonanya sudah membuat mereka jadi tidak bisa mengedipkan mata.
Loren membuat semua yang ada disana seolah sudah terhipnotis dengan pesona dirinya.
Ia menyibakkan rambutnya yang terurai panjang. Pujian demi pujian pun ia raih tanpa harus diminta.
" Dia begitu cantik " itulah yang diucapkan kebanyakan dari cowok cowok disana sebagai kesan yang pertama kalinya.
Serta tampaklah banyak cowok tampan ( lebih tepatnya most wanted boys) datang untuk memberikan salam kenal kepada Loren.
Sementara itu...
Hafi memakirkan motor bututnya ditengah tengah mobil mahal yang berjejeran rapi disepanjang parkir.
Jangan heran, ini memang bukan sekolah biasa, sekolah ini adalah yang paling terfavorit dan termahal. Oleh karena itu disana tidak ada siswa yang membawa motor, kecuali Hafi.
Hanya orang orang kelas atas saja yang bisa menginjakkan kakinya di sekolah ini.Tapi Hafi bisa masuk dengan beasiswa prestasi akademiknya.
Sorotan pasang mata manatap tajam kearahnya. Sebab mereka berfikir, mana mungkin orang yang penampilannya seperti Hafi bisa masuk ke Sekolah nan elit ini.
Bagaimana tidak , rambut yang dikepang dua menggunakan pita merah, kacamata bulat besar, tas besar, motor butut , serta wajah yang hitam legam, menambah buruknya Visual Hafi di mata mereka.
Tanpa menghiraukan tatapan orang orang, Hafi memantapkan langkahnya menyusuri sekolah itu lebih dalam.
"Iwww, sejak kapan sekolah kita jadi penampungan sampah, sehingga bisa memasukkan murid miskin,cupu,jelek,item lagi !," ucap seorang most wanted girl dan diangguki oleh siswa lain.
Hafi, yang mendengar ucapan itu berlagak tidak mendengar, padahal, hatinya sangat sakit mendengar cacian dari siswa siswi sombong itu.
" Kenapa mereka mengejekku seperti itu ? apa karena penampilanku yang seperti ini?," batin Hafi bertanya tanya.
Hafi terus berjalan sambil menundukkan kepala melewati koridor yang begitu panjang, karena sekolah ini adalah sekolah yang sangat besar.
Tiba tiba......
Brukk.... Hafi menabrak seseorang yang tak lain adalah seorang kakak cabe yang punya geng cukup besar di sekolah.
Hafi berusaha mengambil kacamatanya yang terjatuh.
Kakak cabe itu pun melotot lalu menarik rambut Hafi sampai sampai Hafi meringis kesakitan.
" Aduh" ringis Hafi.
"Heh gadis cupu ! berani beraninya lo nabrak gue !" bentak kakak cabe yang tak lain bernama Clara.
Sementara itu siswa siswa lain bergidik ngeri melihat si cupu Hafi berhadapan dengan Clara yang boleh dikatakan cukup famous itu.
" Maafkan saya " ucap Hafi.
" Apa lo bilang ? MAAF ! tidak ada maaf buat lo !" bentak Clara semakin menjadi jadi.
" Aku benar benar tidak sengaja, tolong maafkan aku " wajah Hafi sudah basah dengan air mata.
" Oke! kalo elo mau minta maaf ! sekarang ikut gue " Clara tersenyum licik sambil menarik lengan Hafi dengan kasar dan diikuti oleh anggota gengnya.
Hafi hanya bisa membisu saat dia digiring ke tempat yang belum dia ketahui betul.
Sampailah Hafi di tempat pembuangan sampah yang terletak cukup jauh dan pagi pagi ini belum ada petugas kebersihan yang ada disana.
" Sini lo !" Clara menarik tangan Hafi.
" Dia mau ngapain sebenarnya?" batin Hafi takut.
"Rasain nih CUPU !" Clara menyepak kaki Hafi , hingga Hafi kehilangan keseimbangan dan akhirnya terjatuh ke gundukan sampah.
" Hahaha rasain lo Cupu jelek !"
teman teman Clara tertawa diantara kesialan Hafi.
Hafi tak mampu melawan mereka , dia hanya mampu untuk menangis dan kakinya juga terasa sangat sakit sekarang.
"Inget ! jangan pernah lo ngadu ke siapapun NGERTI !" ancam Clara sambil mendorong kepala Hafi.
" Guys, yuk kita pergi dari sini bel udah bunyi tuh " ujar Clara kemudian pergi begitu saja meninggalkan Hafi yang sudah bau sampah.
Hafi menatap nanar punggung Clara dan anggota gengnya yang menghilang begitu cepat.
Bel masuk sudah berbunyi sekitar 10 menit yang lalu, sedangkan ia masih berusaha untuk berdiri walaupun kakinya memar setelah ditendang Clara.
Akhirnya Hafi bisa berdiri , kemudian dia membersihkan sampah yang menempel pada tubuhnya .
Hafi pun bergegas untuk masuk ke kelasnya yaitu X ipa 1. Walaupun kakinya masih sangat sakit, tapi dia tetap berusaha untuk berlari.
Akhirnya Hafi sampai di depan pintu kelasnya.
" Permisi " Hafi mengetuk pintu.
" Ohh, silakan masuk " ucap bu Ana.
" Kenapa kamu terlambat ?", tanya bu Ana.
" Ohh, ituu tadii buu motor saya bocor " jawab Hafi berbohong.
Namun karena kepolosan wajah Hafi , bu Ana pun mengangguk tanda percaya dengan Hafi.
" Silakan duduk disana " tunjuk bu Ana pada kursi yang berada tepat di belakang Loren.
Hafi berjalan sambil menundukkan kepalanya, dia tidak berani menatap sorotan tajam pasang mata seluruh siswa disana.
Seluruh siswa yang ada dalam kelas itu tertawa melihat penampilan Hafi yang dapat dikatakan kucel.
" Ehh kok di kelas kita ada cupu sih ?" tanya seorang diantara mereka.
" Ihh! gue juga ngak tau " sahut yang lainnya.
" Buu apa sekolah mahal ini sudah berubah jadi sekolah pemulung ?" tanya siswa bernama Siska dan diikuti tawa mengejek dari semua penghuni kelas.
Semua orang disana menatap Hafi dengan penuh kebencian, mencacinya , bahkan mempersiapkan rencana jahat untuk Hafi, termasuk Loren.
Namun...
Brakkk terdengar suara dentuman yang cukup keras. Hafi terjatuh karena Loren merentangkan kakinya kearah Hafi yang sedang berjalan.
Bukan main, semua orang langsung tertawa melihat Hafi yang kesakitan. Ini adalah jatuh untuk ketiga kalinya pada hari pertamanya di sekolah.
" Oupss sory " Loren terkekeh licik. Namun Hafi adalah orang yang sangat penyabar, dia tidak pernah sekali pun memarahi adiknya itu.
Begitulah hal hal yang dialami Hafi selama pada hari pertama sekolah.Dia selalu mendapat hujatan dan kekerasan fisik dari teman temannya.
Sementara Loren, dia mendapatkan 3 orang teman yaitu Sherly,Della ,dan Vena.Mereka membentuk geng yang disebut The Queena.
Bagaimana hari hari Hafi selanjutnya ?
Mohon divoment dan di follow ya
kan ngak bakalan sesulit menulis bener ngak tuh ?
salam
Author
TBC