Radiant merasakan dirinya secara perlahan mati rasa, tubuhnya secara perlahan mulai kehilangan kendali di ruangan serba putih milik Cika tersebut. Radiant mulai panik, ia menatap sekelilingnya dan tidak bisa memikirkan apapun karena yang ia lihat hanya warna putih di ruangan tanpa batas itu.
Tubuh Radiant melemah, ia sekarang tidak dapat merasakan apapun dengan hilangnya kesadaran. Tubuh Radiant bergerak sendiri setelah bertemu dengan kegelapan, Radiant merasa yang aneh pada langkah kakinya. Ia melangkah kan kakinya tidak menentu arah dan tidak mau menyesuaikan dengan kehendaknya.
“Berhenti!” teriak Radiant.
Kaki Radiant tidak merespon dan tetap berjalan, tapi hal lebih membuat Radiant terkejut adalah suaranya tidak dapat keluar sama sekali. Radiant semakin cemas bukan main, ia ketakuta