Mark membuka telapak tangannya, ia mencampurkan berbagai molekul dari unsur yang ada di bumi dan membuat perubahan elemen. Elemen pertama yang keluar adalah pusaran udara, kemudian berubah menjadi air, lalu bercampur dengan es. Gesekan es yang ada di atas tangan mark menghasilkan percikan panas yang menjadi petir-petir kecil bergemuruh, kemudian petir itu menyambar elemen air dan keduanya bergabung dalam ledakan. Saat itu terbentuk sebuah plasma yaitu api berwarna biru, pembentukan api yang diduga merupakan representasi dari napas seorang naga ular.
“Oke, sebentar,” ucap Mark.
Mark mundur beberapa langkah ke belakang, ia kemudian menekan lantai gua dengan kakinya bersamaan tekanan gravitasi dari sihirnya, itu dengan mudah membuat lantai gua itu langsung hancur. Mark membayangkan berbagai