Pagi yang dingin perlahan menghangat. Suara burung-burung dan serangga khas gunung adalah musik alami yang sedang kudengarkan. Sinar matahari mulai menembus hingga ke bumi.
Aura seram yang tadi masih menyelimuti bumi perkemahan pun sekarang sudah hilang.
Sebagai seorang pemburu hantu dan murid dari dukun sakti, aku bisa merasakan apakah aura suatu tempat itu enak atau nggak enak karena disebabkan oleh energi metafisika yang aku belum bisa menjelaskannya dengan kata-kata. Karena pengetahuanku masih sangat minim.
Pokoknya aku bisa merasakannya saja.
Setelah aku berjalan cepat kembali ke tenda setelah melihat penampakan hantu yang menyerupai Steve, perlahan aura kelam itu menghilang dan perasaanku jadi sangat lega.
Aku bikin mi instan dengan air mineral yang tersisa sebab aku males meng