Tembok tipis penghalang satu bilik dengan bilik lainnya tiba-tiba terbuka dan Rascal jatuh berdebum diatas makanan yang masih baru kami makan beberapa suap.
Tuh cowok masih telentang sambil meringis kesakitan. Ia memandangi tangannya yang belepotan saus kecap Jepang atau apalah namanya. Bahkan telapak tangannya penuh dengan wasabi yang bikin dia mendecak kesal.
Karena tadi terlalu sibuk makan, aku jadi nggak tahu apa yang terjadi kok sampai Rascal dijatuhkan seperti itu.
Aku memandang Doni Sumarna yang memiliki tampang garang dan badan tinggi besar. Kemeja yang ia pakai begitu ketat sampai mempertontonkan trisep bisepsnya yang kokoh.
Tapi selain itu, ada sosok makhluk yang nggak kalah tinggi besar dengannya. Berdiri dengan asap hitam pekat membumbung tinggi. Pada bagian kepala terdap