Berjalan di tengah sawah terasiring selalu bikin aku merasa senang karena pemandangannya yang sangat indah. Apalagi langit lagi cerah dengan awan putih tebal yang menghalangi sinar matahari dan jadi payung alami di atasku.
Bersama Bu Lastri, Kang Usman dan Pak Kumis serta Peter tentu saja, perjalanan ini menjadi sangat menyenangkan. Aku merasa seperti sedang piknik bersama sebab Bu Lastri membawa bekal untuk dimakan nanti siang.
Rumah Mbah Ngadiso ada di puncak gunung kecil yang ada di depan mataku. Pohon-pohon yang rindang terihat sangat hijau dan memanjakan mata.
“Berapa lama perjalanan ke rumah Mbah Ngadiso, Bu Lastri?” tanyaku sambil berjalan melintasi pematang sawah.
“Tiga sampai empat jam. Nanti siang seharusnya kita sudah sampai di rumah Mbah Ngadiso, makanya ayo jalannya agak c