Di tengah-tengah perjalanan kami, Peter akhirnya mengeluarkan otak pintarnya lagi. “Kamu tahu kalau yang tadi itu pohon gayam, ‘kan, namanya?”
“Entahlah. Aku cuma tahu pohon beringin aja.” Aku membuang muka untuk menutupi rasa malu. Aku tuh orang yang nggak mau tahu soal nama-nama pohon dan bunga.
“Pohon gayam itu bisa mencapai ketinggian sampai 20 m dan diameter batang mencapai 60 cm. Batangnya beralur nggak teratur dan dalam. Kadang-kadang berbanir. Percabangannya merunduk. Pada kulit batang kepingan dalam mengandung cairan berwarna merah.”
Lihat? Peter berubah lagi menjadi Wikipedia dadakan. Apa sebaiknya aku potong saja ya omongan dia?
“Ah, ini dia rumahnya Pak Makmur. Ayo masuk.” Untung saja sudah sampai rumah Pak Makmur. Duh kalau Peter banyak ngomong tapi model begini, mending