Setelah selesai berbicara dengan Pak Agha, aku dan Steve segera bersiap untuk melakukan tugas selanjutnya. Kali ini, aku dan Steve ditugaskan Pak Agha menyelesaikan satu kasus di satu daerah yang nggak terlalu jauh dari tempat tinggal kami. Namun, kami masih harus melewati beberapa kilometer perjalanan untuk bisa sampai di tempat itu.
Steve memasangkan sabuk pengaman untukku, kemudian dia tersenyum. "Gimana keadaan perut kamu? Masih mual?"
Aku menurunkan pandangan, melihat perutku yang sedikit terasa nggak nyaman. Meski nggak separah kemarin, tapi rasanya kondisi tubuhku hari ini nggak terlalu fit. "Masih sedikit mual, sih. Tapi aku nggak apa-apa."
"Mau ke dokter sekarang?" tanyanya dengan dua alis bertaut.
"Nggak usah, nggak usah." Aku sampai melambaikan kedua tangan, seperti orang y