Malam telah tiba, Steve dan aku sudah bersiap. Karena kondisiku yang sedang hamil, Steve sampai membuatku mengenakan jaket yang sangat tebal seolah kami berada di wilayah bersalju. Awalnya, aku merasa nggak nyaman. Tapi setelah dijalani, rasa gerah itu menghilang seketika.
Entah karena cuacanya yang memang sedang buruk, atau karena energi dari para hantu-hantu gentayangan itu sudah mulai membesar. Aku bisa merasakan aura yang berbeda di sekitar sini.
Dering telpon membuat perhatianku dan Steve teralih. Pria dengan pakaiannya yang serba hitam itu kemudian merogoh saku celananya, mengambil benda berbentuk pipih yang terus berbunyi di tengah-tengah malam yang sepi. Semua orang sudah berkumpul di masjid untuk melakukan pengajian bersama, wajar jika suasana di area perkomplekan justru terasa