“Gimana, Kak?” tanya Serena ketika Zean kembali masuk dan berjalan menghampiri dirinya. “Dokter bilang apa? Aku udah diijinkan pulang, kan?”
Tak langsung menjawab pertanyaan heboh Serena, wajah cowok itu juga tampak datar. Seakan tahu hasilnya, Serena seketika memasang wajah cemberut dan menyenderkan punggungnya dengan kasar.
“Sudahlah, dilihat dari wajahmu saja aku sudah tahu hasilnya,” berengut Serena tak bersemangat.
“Ada apa dengan wajahku?”
“Tak enak untuk dilihat,” jawab Serena cepat.
Zean terkekeh geli mendengar kejujuran gadis ini. Bisa-bisanya dia berkata seperti itu, padahal wajahnya ya aslinya memang begini.
“Haruskah saat masuk tadi aku senyum-senyum nggak jelas?”
Seketika Serena langsung ke posisi duduknya, menatap fokus pada Zean yang berada dihadapannya. Mengangguk p