Ken meninggalkan kamar Kalina dan menuruni anak tangga menuju lantai bawah. Saat menginjakkan kakinya di ruangan tengah, di sana lah ia bertemu dengan Alya dan Bagas yang baru pulang.
“Ya ampun, ternyata Kenzie beneran ada di sini,” ujar Alya tersenyum ramah saat bertemu dengan Ken.
Ken menghampiri keduanya. Menyambar tangan dan mencium punggung tangan pasangan itu secara bergantian.
“Apa kabar, Tante, Om?” tanya Ken basa-basi. Bukan basa-basi juga, toh memang seharusnya begitulah bersikap pada orang tua, kan. Sebelum-sebelumnya ia juga begini.
“Baik, Ken,” jawab Alya.
“Udah berapa bulan kita nggak ketemu, makin dewasa saja kamu,” tambah Bagas memuji Kenzie.
“Kenzie memang bawaannya dewasa, kan. Jangan lupa kalau dia dari kecil pun juga sikapnya kalem dan dingin,” terang Alya menam