Satu jam berlalu, Cherry masih belum sadarkan diri. Si mbak kemudian menerima panggilan dari seseorang dan dia keluar dari ruangan berbau obat-obatan itu.
Barry diam-diam mengikutinya karena begitu penasaran dengan gerak-gerik si mbak yang terbilang cukup aneh.
Si mbak terlihat berjalan cepat ke arah parkiran. Sebuah lahan dengan banyak kendaraan terparkir yang letaknya ada di sisi belakang bangunan rumah sakit besar itu.
Barry sigap mengikutinya dari belakang, berhati-hati agar si mbak tak menyadari bahwa dia sedang diikuti. Hingga saat mbak menuju sebuah mobil mewah berwarna putih seharga milyaran rupiah. Jendela mobil itu terbuka di bagian tengahnya. Sebuah wajah menyembul dari dalam sana.
Barry menyelinap di balik mobil yang tak jauh dari mobil itu. Mbak nampak mendekati orang itu,