"Jadi saya harus bagaimana, Pak?"
"Gampang, bawa saja dulu uang itu pulang. Obati dulu ibu kamu. Kemudian, saya akan ajak kamu ketemu lagi. Tapi, selama penantian kamu itu, tetap awasi Tuan kamu. Buatlah beberapa bukti nyata saat dia melakukan hal-hal buruk."
"Maksudnya, di foto?"
Pria itu mengangguk, membenarkan perkataan Ardi.
Sedangkan Ardi juga mengangguk, tanda mengerti apa yang dimaksud pria itu.
"Gimana? Kamu berminat bergabung dengan kami?"
"Tapi, setelah itu saya bagaimana?"
"Gampang itu sih, kamu akan dijadikan staf di kantor gubernur."
"Dan, kalau saya ambil uang itu. Berarti posisi saya sebagai informan. Apakah status saya bisa dirahasiakan?"
"Pasti, tapi tetap saja Tuanmu akan tahu dengan sendirinya. Karena kamu orang terdekatnya. Dia kemana-mana sama kamu. Keluar kot