Jenderal Agung Chu Wei adalah Jenderal paling disegani saat ini. Kaisar sangat mempercayainya, dia yang menunjang seluruh Negara. Anggota keluarganya juga bukan main – main. Dia memiliki seorang istri, Zhao Zhi, yang merupakan seorang yang berpindah jiwa dari masa depan, Song Yaoyi. Song Yaoyi atau Zhao Zhi ini nampaknya sangat menikmati kehidupannya di jaman kuno ini. dia wanita tangguh dan cerdas. Walau dia bertansmigrasi tanpa keahilan khusus apapun, tetapi kegigihan dan kecerdasannya lah yang membawanya sejauh ini.
Keluarga Jenderal Agung chu memiliki lima orang anak.
Anak pertamanya Zhu Yu adalah anak angkat dari desanya di Chujia. Seorang Yatim – piatu yang diselamatkan oleh song Yaoyi dari kekejaman Paman dan Bibinya, yang menyiksanya sepanjang waktu. Saat ini Zhu Yu telah menjadi pedagang Kaya Raya, yang mengurusi bisnis Ibu Angkatnya, Song Yaoyi atau Zhao Zhi. Memiliki seorang istri Su Jin dan dua orang anak yang pemberani.
Anak Kedua mereka adalah seorang Jenderal Perang, Chu Zhao. Dia adalah yang tertua dari sepasang anak laki – laki yang dilahirkan oleh Song Yaoyi atau Zhao Zhi. Saudara kembarnya Chu Rui. Chu Zhao memulai menjajal keberanian dan kegesitannya dalam berperang sejak usia yang sangat muda. Tidak heran di usianya sekarang, dia sudah memegang posisi tinggi dalam militer, sebagai Jenderal binatang Perang. Kemenangannya yang terakhir menjadikannya Pahlawan Negara yang membuatnya banyak dicintai Rakyat. Namun, karena selalu menghadapi peranglah yang membuat seorang Chu Zhao yang tadinya sangat hangat dan banyak bicara, menjadi sosok yang kaku dan dingin. Sifatnya ini, banyak mendorong gadis – gadis yang mendekatinya, pergi. Bahkan beberapa Panatua Kekaisaran, mengatakan jika Chu Zhao adalah seorang ‘Prem Kering’. Tetapi semua perilakunya ini, hanya disaat Chu Zhao menemui orang lain. percayalah, dia tetap Chu Zhao yang menyebalkan jika dia bersama Ibu dan saudara – saudaranya.
Song Yaoyi atau Zhao Zhi sangat khawatir dengan anaknya yang ini. Dia akan melakukan segala cara untuk mendorong anaknya menikah.
Anak ketiga Jenderal Agung Chu, adalah yang lebih muda dari anak kembar laki – laki. Chu Rui Namanya. Dia adalah seorang Gubernur Ibukota. Saat masih sangat Muda, Chu Rui memang terbilang anak yang sangat Cerdas dan Pandai. Dia juga sangat berani. Usianya yang masih terbilang sangat Muda ketika dia awal diangkat menjadi Gubernur di Kota perbatasan, yang sedang berperang. Tapi berkat kecerdasan dan Keberaniannya, Kaisar memintanya untuk memimpin dan mengatur Ibu Kota. Bisa dibilang, Chu Rui masih lah Gubernur yang termuda.
Anak Keempat Jenderal Agung Chu adalah, sorang gadis yang sangat Cantik, Chu Yaoyao. Dia adalah seorang Dokter yang sangat mumpuni. Dia belajar langsung dari ahlinya racun dan ramuan, Bibi Jiang. Chu Yaoyao, memiliki pusat pengobatan di Alun – Alun Ibu kota dan sebuat toko obat yang besar. Kebanyakan pengobatan dan obat – obatannya dapat diambil gratis atau bahkan jika harus membayar, harga yang diberikan cederung lebih murah. Chu Yaoyao memiliki berbagai kegiatan philantropi yang sangat bermanfaat untuk Rakyat.
Gadis kecil Jenderal Agung Chu ini, memiliki keterikatan khusus dengan Putra Mahkota Kekaisaran ini. Namun, Chu Yaoyao punya beberapa keraguan dengan Putra Mahkota. Melihat pernikahan Ayah dan Ibunya yang hanya memiliki satu sama lain, tanpa kehadiran selir dan istri lainnya, Chu Yaoyao memimpikan memiliki pernikahan seperti itu juga. Namun rasanya akan sulit diwujudkan jika dia memilih bersama dengan Putra Mahkota Kekaisaran.
Anak Jendral Agung Chu paling akhir juga adalah seorang perempuan. Gadis centil dan genit yang sangat lengket dengan Ayah dan Kakak – kakaknya. Dia bisa membuat semua orang jatuh mencintainya dan bertekuk lutut dengan pesonanya. Sungguh seorang gadis yang sangat mempersona. Chu Yiyi Namanya.
Sang Jenderal Agung juga memiliki sahabat yang merupakan adik Ipar Kaisar. Jenderal Feng Yi, adalah sahabatnya sejak pertama kali Jenderal Agung Chu masuk ke dalam Militer. Mereka berjuang bersama, dan berperang bersama. Benar – benar sahabat sehidup semati. Istrinya adalah Putri yang terbuang oleh Kaisar terdahulu, Putri Nishang. Namun kini keduanya hidup Bahagia bersama dengan empat orang anak.
**
Hari festival bulan akan segera datang. Istana Jendral tengah sibuk menyiapkan acara. Dua putranya akan kembali ke ibukota setelah memenangkan kota perbatasan. Setelah lebih dari empat tahun berperang Beixin akhirnya menandatatangani perjanjian damai. Chu Zhao telah membawa kemenangan untuk negara. Kesuksesan Chu Zhao juga diiringi oleh kemampuan Chu Rui membereskan masalah ke pemerintahan di kota perbatasan. Kaisar sangat terkesan dengan ini, sehingga menariknya untuk menjadi gubernur di Ibukota.
"Ibu...Ibu apa kakak - kakak ku akan segera datang? Kapan datang? Mengapa lama sekali?" Chu Yiyi meloncat - loncat bagai kelinci. Song Yaoyi tergelak melihat putrinya ini. Dia aktif seperti Chu Yaoyao ketika masih kecil, meloncat - loncat bagai monyet, tetapi Chu Yiyi lebih memiliki Aura anggun pada wajah dan ekpresinya. Song Yaoyi bertanya - tanya, apakah lahir di ibukota membuatnya seperti ini? Berbeda dengan kakak - kakaknya yang lahir di pedesaan.
"Kakak perempuanku... apakah kamu akan pergi ke luar. Bolehkah aku ikut?" Chu Yiyi bergelayut dikaki Chu Yaoyao.
"Ibu-Ibu aku mau ikut..." Chu Yiyi menatap Song Yaoyi dengan tatapan khasnya ketika meiminta sesuatu. Jika yang ditatap ini Chu Wei, ayahnya, pasti dia akan langsung luluh dan memberikan apa pun.
"Keputusan ini ada pada kakak perempuan mu. Bukan pada Ibu." Song Yaoyi akan sibuk membenahi istana Jendral seharian ini, sehingga dia sedikit berharap jika Chu Yiyi tidak akan mengganggunya.
"Ibu aku akan pergi ke balai pengobatan milikku dan kemudian pergi menemui bibi Nishang untuk melakukan pemeriksaan kehamilannya. Jadi aku bisa membawa Chu Yiyi." Chu Yaoyao mengetahui keinginan Ibunya hanya dalam sekali tatap.
"Dan kamu harus patuh pada ku saat kita keluar." Kini Chu Yaoyao menurunkan tubuhnya dan menatap Chu Yiyi penuh peringatan. Adiknya ini memang suka sekali berlarian.
"Tentu saja..."
Chu Yiyi melompat - lompat dan berlarian keseparuh halaman. Chu Yaoyao menghela nafasnya. "Ibu... ini akan menjadi perjalanan ku yang melelahkan..."
Song Yaoyi : "Ibu akan sangat sibuk hari ini, kamu harus menjauhkannya sesaat. Oh katakan pada bibi Nishang mu, jika dia kelelahan pada kehamilan keduanya ini, dia tidak perlu memaksakan datang. Biar Chu Zhao dan Chu Rui yang akan menemui Bibinya nanti."
Chu Yaoyao mengangguk. Memiliki adik dan bertambahnya usia membuat Chu Yaoyao menjadi sangat dewasa.
"Apakah Mu Feng akan datang? Ibu sudah mengundangnya terakhir kali. Dia bilang akan datang, siapa tau dengan kesibukannya sekarang ini." Song Yaoyi berkata.
Chu Yaoyao mengangukkan kepalanya. "Um.. dia bilang akan menyempatkan diri menyambut pahlawan negara." Terdengar dengusan Chu Yaoyao kemudian. "Mulutnya sangat licin sekali..."
Song Yaoyi tersenyum melihat pasangan ini. Panas dingin sepanjang waktu.
"Pergilah" Song Yaoyi melambaikan tangannya dan kembali ke aula utama. Dongmei mengikuti dibelakang.
*
Rombongan Chu Zhao dan Chu Rui memasuki Ibu kota. Banyak masyarakat yang berdiri di sepanjang jalan di Ibu Kota yang menyambut mereka. Kaisar pun memanggil mereka untuk memberikan penghargaan. Pesta akan diadakan untuk mereka besok. Jalanan Ibu kota semakin semarak dengan hiasan festival bulan dan penyambutan mereka.
Rumah jendral semakin harum. Kini mereka benar menjadi tiang negara. Jasa sangat besar untuk kedamaian negara.
Disini, Song Yaoyi merasa sedikit berdebar, bertemu kembali dengan anak - anaknya setelah lebih dari empat tahun. Dia sudah melahirkan bayi perempuan cantik dan sibuk membesarkannya, hingga tidak punya waktu untuk mengunjungi putra - putranya. Siapa sangka mereka melakukan perbuatan baik dan menyelesaikan semuanya.
Chu Yiyi dan Chu Yaoyao yang telah kembali pun merasakan ketegangan dan kesenangannya. Zhu Yu dan Su Jin bahkan sudah ada disana. Zhu Zhuan, anak mereka sudah berusia tiga tahun. Bocah laki - laki yang gemuk dan lucu. Betapa Chu Yiyi senang bermain bersamanya.
Chu Wei dan Feng Yi masih di Peradilan saat ini. Mereka akan kembali bersama Chu Zhao dan Chu Rui dari Istana.
Kepemimpinan Kaisar saat ini, dirasakan oleh masyarakat lebih baik. Kaisar banyak memikirkan masyarakat, terlebih yang terkena bencana. Hampir bisa dilihat jika setiap bencana datang, kaisar menyelesaikannya dengan lebih cepat. Pengungsi lebih cepat ditangani dan jumlah kejahatan dan para bandit berkurang banyak.
Belum lagi kontribusi bibi Jiang dan Chu Yaoyao dalam memberikan pengobatan gratis pada pengungsi, semakin memakmurkan masyarakat. Rakyat kecil di kekaisaran ini merasa diperhatikan dan banyak dibantu. Sehingga negara - negara tetangga dekat perbatasan pun merasa sungkan dan ingin bekerja sama.
*
"Ibu..." Chu Rui memeluk Song Yaoyi erat. Song Yaoyi pun berkaca - kaca. Anak keduanya sekarang sudah bertambah tinggi sedikit. Badannya sedikit kurus. Tapi wajahnya penuh dengan kegembiraan. Song Yaoyi cukup puas melihatnya.
"Apa ini hanya Ibumu saja? Menyingkir..." Chu Zhao tampak lebih jauh lebuh kuat sejak terakhir bertemu. Kulitnya kecoklatan dengan badan yang tinggi juga kekar. Anak nakal ini telah berubah menjadi seorang pria yang bisa diandalkan. Baju besinya membuat penampilannya jauh lebih keren.
"Ibu~ mengapa kamu terlihat lebih pendek" ucapnya dengan sedikit kesusahan memeluknya.
Song Yaoyi melotot, "Anak ini!" Dia ingin memeluk lebih erat tapi tidak mau tersakiti oleh jubah besinya.
"Seharusnya kamu lebih perhatian dengan melepas jubah besi ini sebelum bertemu dengan ku." Song Yaoyi mencibir.
"Aku tidak mau beresiko akan terkena pukulan mu." Jawab Chu Zhao santai.
"Kakak pertama..." Chu Rui merangkul Zhu Yu dengan cengiran biasanya.
"Adik ketiga..." Zhu Yu merangkul Chu Rui. Keduanya sering bertemu belakangan ini dengan bisnis yang di jalani Zhu Yu berada juga di kota perbatasan.
"Mengapa kamu hanya memeluknya, apa kamu tidak merindukan ku kakak?" Chu Zhao menyela dan memeluk Zhu Yu.
Zhu Yu tertawa, "Apa maksudmu? Kita baru bertemu dua bulan lalu saat aku ke kota perbatasan."
"Apa kamu tidak bertemu Chu Rui dua bulan lalu?" Chu Zhao mencibir.
"Kamu menjadi jauh lebih lengket dari pada dulu..." Zhu Yu menatap Chu Zhao dengan geli.
Chu Zhao menjadi salah tingkah dan bergegas masuk kedalam.
Di dalam Aula, Chu Yaoyao menyambut kedatangan Chu Zhao dengan gembira, "Kakak kedua..."
Chu Zhao menghampiri dan memeluk Chu Yaoyao lalu mengusap kepalanya. "Adikku sangat cantik sekarang..."
"Tapi masih lebih cantik aku~" suara gadis kecil menyela keduanya.
"Apakah ini Chu Yiyi si paling bungsu?" Chu Zhao berlutut menyamakan tinggi badannya.
"Kakak~..." Chu Yiyi berkata dengan gula manis dan senyum genitnya.
Chu Yaoyao memutar bola matanya.
"Kakak ketiga..." Chu Yaoyao berlalu dan memeluk Chu Rui.
"Apa ini Chu Yiyi, kamu sudah besar..." Chu Rui berlutut memeluk Chu Yiyi.
"Kakak~..." Chu Yiyi memeluk manja Chu Rui. Dia menjentik - jentikkan bulu matanya yang lentik. Membuat tampilannya lebih imut dari boneka.
Chu Rui luluh olehnya dan merasa dunianya berwarna pink dalam sekejap.
"Apa kamu sudah selesai mengoda kakak - kakak mu?" Tanya Song Yaoyi.
"Ibu aku hanya menyapa kakak - kakak ku." Chu Yiyi menggoyang tubuhnya manja.
Chu Zhao dan Chu Rui terpesona oleh kecantikan dan kelembutan sang adik tersenyum lembut.
"Sapa dulu paman mu..." Su Jin mengantar Zhu Zhuan kepada Chu Rui dan Chu Zhao.
Zhu Zhuan memandang mereka dengan tatapan penuh ke kaguman. "Paman..."
"Ayo kita makan dulu..." Song Yaoyi membawa mereka ke ruang makan besar mereka.
***