Tangisan bayi yang nyaring memenuhi ruang bersalin, menggetarkan hati semua orang yang menunggu di luar. Alvaro yang sejak tadi cemas langsung berdiri dengan mata terbelalak. Tubuhnya menegang, seakan tak percaya bahwa momen yang ia nantikan akhirnya tiba.
Suster keluar dari ruang bersalin dengan senyum lebar. "Selamat, Tuan Alvaro. Istri Anda telah melahirkan bayi laki-laki yang sehat."
Mata Alvaro berkaca-kaca. Tanpa pikir panjang, ia langsung berlari masuk ke dalam ruangan, diikuti oleh Ny. Mahendra dan orang tua Lana.
Di atas ranjang, Lana tampak lelah, tetapi senyum lembut terukir di wajahnya. Dalam pelukannya, seorang bayi mungil sedang tertidur dengan wajah damai. Alvaro mendekat dengan hati-hati, seolah takut menyentuh sesuatu yang begitu berharga.
"Lana..." suaranya bergetar,