matahari pagi mengintip malu-malu di balik gunung yangn menjulang tinggi,sebuah mobi; van sederhana,membelah jalan yang sisi kanan dan kirinya di penuhi pohon yang menjulang tinggi,sehingga mataharipun sulit menembus nya,di dlaamnya tiga orang duduk dnegan tennag,sambil berbincang hangat,sosok gadis muda yang masih sesengukan ddengan mata sembab habis menangis oun terpana melihat keindahan alam yang di sajikan,ia menatap pemandangan di sepanjang jalan,membuat hatinya tenang,mungkin memang usdah nasibnya harus hidup di tamat yang tidak ia kenali,
[ayah,bunda,ranti harap kalian bahagia disana,ranti akan berusaha menjalani hidup baru ranti dnegan bahagia juga]
"di sini tenang"ucap ranti lirih
"ya non disini sangat tenang,semoga non bisa betah tinggal disini,memang tidak semudah tingal dikota,tapi bibi harap non bisa bertahan ,dan juga bahagia "ucap bi inah tenang dengan senyum lembut di bibirnya
"semoga aja bi,"sahut ranti tenang
mobil itu berhenti disebuah tumah yang sederhana,namun di depannya di penuhi dnegan bunga matahari yang indah menghiasai,ranti menatap pelataran rumah sederhana itu dnegan pandangan penuh kekaguman,ia berjalan pelan kearah hamparan bunga matahari itu,ia memutar tubuhnya dan menutup mata,menghirup udara yang segar di pagi hari,tanpa polusi,tubuhnya berputar menikamtinnya,tawa lirih terdengar indah dari bibirnya yang ranum,
"bunda benar-benar mewujudkan impiannku"bisiknya lirih
kedua paruh baya itu hanya menatap dnegan pandangan yang lembut,melihat gadis cantik itu berbutar di tengah-tengah hamparan bunga matahri yang temgah mekar dnegan indahnya,bibir keduanya menyunggigkan sneyum tulus ,untuk kebahagian sang agdis cantik itu,
"semoga saja non ranti bisa menerima takdirnya dan terbiasa dnegan keadaan di sini ya bu?"ucap pak ucup
"iya pak semoga saja,gadis ini begitu malang di tinggal saat masih membutuhkan bimbingan dan perhatian orang tua"ucap bi inah haru
"ya kita harus menjaganya dan merawatnya seperti anak sendiri,meskipun mungkin waktu kita juga tidak lama lagi bu"sahut pak ucup tenang menatap kearah langit yang mulai terang dnegan sinar matahari
mereka bertiga akhirnya masuk ke dalam rumah sederhana itu,rumah yang bersih dan rapih,suasanya pun tenang,dan hangat,ranti memperhatikan sekeliling dnegan tenang,matanya memancarkan keingin tahuan yang besar, setelah ia kehilangan kedua orang tuanya,
"kapan rumah ini di bangun pak??"tanya ranti tenang
"baru beberapa bulan yang lalu non,tadinya tuan ingin memberikan rumah ini sebagai hadiah karena anda lulus dnegan nilai yang bagus"sahut pak ucup tenang
"semua disaign ini??"sahut ranti tenang
"semua disign ini mengikuti gambar dari buku nona,termasuk bunga matahari di luar,tuan ingin anda betah tinggal disini,"sahut pak ucup lagi dnegan tenang
"terimaksih banyak pak,bi"ucap ranti pelan memeluk kedua paruh baya itu sekaligus
"non ranti rumah kami ada tepat di kampung sebarang ,kalau non ranti butuh apa-apa,sialahkan datang"ucap pak ucup tenang membelai rambut sang gadis lembut
"bapak bukan tidak ingin tinggals atu desa dnegan anda non,tapi ini semua demi kebaikan anda,tuan kedua apsti akan mencari saya dna istri,untuk itulah tempat ini adalah yang terbaik untuk bersembunyi sementara waktu"sambung pak ucup
bi inah menatap gadis cantik itu tak tega meningalkannya,bagaimanapun selama ini ia yang telah merawat gadis itu,terlebih lagi dnegan sikap manjanya,apa ia bisa hidup seorang diri,air matanya jatuh tak terrahankan,isak tangis wanita paruh baya itu semakin jelas,ranti pun memeluk tubuh tua itu dnegan lembut,
"bibi jangan khawatir,ranti akan hidup dnegan baik,kalau ada waktu ranti bakal main kesana,bibi jaga diri baik-baik"ucap ranti lembut
akhirnya kedua paruh baya itupun pergi dnegan enggan ,ranti menata rumah yang kosong hanya dirinya seoarang,ia lalu menghela nafasnya ,ia menuju kamar untuk istirahat,tubuhnya lelah karena kejadian yang tak perah ia bayangkan ,bahkan jiwanya masih terguncanng dnegan kedaaan yang ada,
begitu sampai di dalam kamar,matanya memancarkan tatapan penuh kebencian yang ketara,ia pasti akan membalas kkematian kedua orang tuanya ,ia kan menutut mereka yang telah merengut kebahagiannya beserta bunganya ,
[paman tunggu saja aku pasti akan datang,membalas semua yang kalian perbuat,dan mengambil apa yang harusnya menjadi milik ayahku]
ranti menyusun rencana dan mulai mencari inforamsi terkait keluarga sang paman,selama ini kedua keluarga tidak dekat ,sehingga ia nyaris tidak mengetahui siapa saja keluarga sang paman,ia mulai meretas akses ke perusahan milik sang ayah,yang kini dikuasai oleh pamannya,begitu melihat bahwa saham tertinggi telah di transfer atas namanya,ia pun tersenyum tipis,
di hadapan kedua oramg tuanya,mungkin ia adalah gadis yang ceria dan manja,namun di balik itu semua ia memiliki rahasia yang tak seoarang pun tahu,ia kemudian menghubungi salah satu nomer,
"hay girls ada apa??'tanya centil seoarang gadis
" maya gue punya tugas buat lo"sahut ranti tenang
"hemm apa itu??"ucap suara maya centil
"gue mau lo awasi seeoarang buat gue"sahut ranti tenang
"siapa yang begitu menarik pehatian lo setelah kejadian tragis itu??"tanya maya sendu
"namanya anita felisya,anak dari pembunuh keluarga gue"sahut ranti datar
"waw lo bakal diam aja??"tanya maya mulai tertarik
"jangan lakukan apapun ,cukup awasi saja,gue akan membuat keluaraga itu menyesal berurusan sama gue"ucap ranti tenang
"oke gue paham,inget lo masih punya kita-kita jadi jangan merasa sendirian ,emmm btw lo tinggal di mana sekarang??"sahut maya
"gue ngerti kok,untuk sekarang gue belum bisa kasih tau kalian,lain kali gue bakal ajak kalian kesini"ucap ranti
"kalau gitu lo hati-hati,kabarin gue sama yang lain,kalau butuh bantuan"sahut maya tenang
pangialan pun ditutup oleh ranti,setelah selesai ia memutuskan untuk masak,sebelum memeluai rencananya,alasan kenapa ia tak mau tinggal bersama kedua oaruh baya itu,hanya karena ia tak ingin mereka dalam bahaya kerena dirinya,dedam ini tidak mungkin ia pendam terus,ia pasti akan membalasnya lebih kejam dari mereka ,
ranti selesai beres-beres dia pun berjalan ke depan melihat hamparan bungga matahari yang indah,di temani secangkr coklat dingin,angin sejuk menerbangkan sebagian rambutnya,membuatnya terlihat begitu mempesona ,sementara di tempat lain,seoarang pemuda menatap pemandangan itu dnegan tatapan yang terpesona,
"tuan sebaiknya kita segera pergi"ucap salah satu pemuda
"kau tua siapa pemilik ruamh itu??"tanya seoarang lelaki tampan dengan sorot mata yang tajam
"rumah yang ada bunga mataharinya itu tuan??"tanya pemuda desa dengan polosnya
lelaki itu hanya menganguk kan kepalanya,matanya masih terpaku dnegan pemdangan yang ada,
"rumah itu milik gadis cantik namun malang,menurut kepala desa gadis itu baru pindah kemarin malam,kedua orang tuanya di bunuh karena perebutan harta,gadis itu selamat karena di bawa kabur oleh pembantunya,untuk namanya saya tidak tau tuan,kepala desa hanya mengantakan itu,namun kabar itu di tutup rapat,penduduk desa hanya tau kalau gadis yatim piatu sejak kecil "ucap pemuda desa itu dnegan tenang
lelaki itu menatap kearah tempat di mana gadis cantik itu duduk,dengansebuah buku di tangannya,bibirnya menyungikan senyum tipis yang jarang terlihat,membuat sang pemuda desa itu kerenan,
"tuan sebaiknay kita kemballi"ucap pemuda desa itu
"hemm,rahman kau cari tau tentang gadis itu untuk saya,selenngnkap mungkin"ucap lelaki itu tegas,membuat pemuda bernama rahman itu hanya menganggukkan kepalanya setuju.................,,,,,,,,,