Puput yang tidak paham situasi hanya memperhatikan seorang pria yang tiba-tiba berdiri lalu tegak mematung melihat kearah seorang gadis yang juga sama-sama diam mematung untuk beberapa saat.
“Lho Reyhan.. kamu sudah pulang? Disini juga?”
Tiba-tiba dari arah pintu masuk muncul seorang pria tegap lain yang ternyata juga mengenal Reyhan.
“Raditya.. ha..hai bro” balas Reyhan pada pria yang baru saja masuk.
Raditya kemudian berjalan lurus melewati Keyshila yang masih berdiri, sampai di tempat Reyhan berdiri Raditya lalu merangkul pria yang sebaya dengannya itu dengan erat, awalnya Reyhan diam saja tanpa merespon.
“Sorry bro.. aku tidak bisa menolak perintah eyang dan papa..” bisik Raditya kearah telinga Reyhan.
”it is ok bro.. semoga kalian bahagia..” balas Reyhan sambil juga memeluk erat Raditya.
”Kapan kamu pulang? tidak memberi kabar?” tanya Raditya lalu disertai protes kepada Reyhan.
”Baru sebulan yang lalu” jawab Reyhan berusaha tersenyum tapi lebih terlihat tersenyum kecut.
”Sebulan di rumah dan kau tidak kasih kabar ke aku dan Hilman, sepupu macam apa kau ini?”
”Sorry bro.. aku sedang bertapa.. ini juga baru pertama kali keluar gara-gara mama maksa ikut kesini..”
”lho Tante Dhira ada disini? Dimana beliau?” tanya Raditya
“Diatas sama tante Hilda”,
Sekilas ia sempat melihat kearah Keyshila yang masih tetap berdiri di tempatnya semula tanpa sepatah kata yang terucap, Reyhan bisa menangkap aura kesedihan di raut wajahnya, namun cepat-cepat Reyhan mengalihkan pandangan dari Keyshila.
”Lho ada Key sama Radit juga disini?” suara Dhira tiba-tiba terdengar menyapa.
“Eh iya tante.. apa kabar tante?”
Raditya buru-buru menyambut kedatangan adik perempuan satu-satunya dari papanya itu lalu meraih tangan Dhira dan mencium punggung tangannya dengan sopan.
”Alhamdulillah baik.. kamu sendiri baik-baik juga kan?”
“iya tante Alhamdulillah”
“Tante apa kabar?” giliran Keyshila yang melakukan hal sama dengan Raditya.
“Alhamdulillah baik.. kamu juga kan?” tanya balik Dhira dengan ramah.
”Alhamdulillah tante..”
Keyshila berusaha tersenyum ramah kepada Dhira namun jelas terlihat kesedihan di raut wajahnya.
”Kalian berdua kemari untuuuk?...” pertanyaan menggantung dari Dhira
”Mereka berdua sedang fitting baju pengantin Dhir..”
Terdengar suara tegas perempuan paruh baya yang baru.
Ia melangkah dengan tegas dan anggun kearah Dhira berdiri sambil diikuti oleh seorang asisten perempuan.
”oh.. Mbak Ama datang juga rupanya” kata Dhira ramah terhadap kakak iparnya itu.
Lalu keduanya bersalaman dengan formal tanpa ada cipika cipiki layaknya dua saudara atau kerabat dekat perempuan ketika saling bertemu.
”Oh kamu sudah pulang Rey?”
Tanya Ama pada Reyhan dengan datar sambil mengulurkan tangannya ketika gesture Riyan terlihat akan menyalami sambil mencium tangan
”Iya tante.. bagaimana kabar tante?”
Tanya balik Reyhan berusha bersikap sopan meski Reyhan tahu bagaimana sikap tantenya yang satu ini sering merendahkan orang yang dianggap tidak sederajat dengan keluarga mereka.
”Baik.. tante harap kamu juga baik-baik saja.. oh ya.. Dhira dan Reyhan.. jangan lupa hadir di pernikahan Radit dengan Key.. ”
Ucap Ama terdengar sedikit angkuh dan memang begitulah gaya bicaranya.
Sekilas Reyhan kembali melihat kearah Keyshila yang saat ini sudah berdiri disamping Raditya namun wajahnya nampak menunduk melihat kearah lantai, sementara Raditya terlihat seperti kurang nyaman dengan sikap mamanya kepada sepupu dan tantenya itu yang seperti kurang menghargai mereka.
Sambil berdiri diam di posisi yang sama saat ia duduk, Puput hanya bisa menyaksikan semua drama kecanggungan kemudian suasana kaku semenjak hadirnya wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dan awet muda yang ternyata adalah kakak ipar dari Bu Dhira.
”Radit dan Key.. kita ke ruang tante Hilda..”
Perintah Ama kepada anak dan calon menantunya itu.
“..tumben kamu bawa ART mu kemari Dhir..“
Baru beberapa langkah Ama menghentikan langkahnya demi melihat Puput yang sekarang sudah berada di dekat Dhira.
“..siapa yang mbak maksud dengan ART ku? “ tanya Dhira kebingungan.
“Itu.. perempuan berjilbab dibelakangmu itu.. pintar juga kamu mencari ART.. cantik juga tapi sayang hanya jadi ART..” Ama menunjuk kearah Puput dengan dagunya.
“.. Mbak Ama.. tolong bisa lebih sopan pada calon istri Reyhan.. dia bukan ART.. dia calon menantuku.. mereka bahkan akan menikah besok.. “
Dengan intonasi tegas Dhira mengatakan perkataan yang mengejutkan semua orang yang ada didalam ruangan itu.
”Mama….”
”Bu Dhira.….”
Dengan terkejut, serempak Puput dan Reyhan memprotes Dhira, namun buru-buru dipotong oleh Dhira.
”Besok hanya akad nikah saja.. dan untuk resepsinya menyusul.. ” tegas Dhira.
”Besok? aku tidak mendengar kalian akan menikahkan Reyhan, aku yakin Papa Rana belum diberitahu..” selidik Ama
”..emm.. itu me..memang acara keluarga inti kami saja.. papa belum aku belum hubungi papa.. nanti kalau resepsi akan kami undang semua.. “
Dhira sempat gelagapan menjawab pertanyaan Ama.
“..hmmm... terserah kalian lah.. sikapmu itu yang membikin Papa Rana semakin tidak suka dengan keluarga kalian Dhira.. by the way.. selamat ya Reyhan akhirnya kamu bisa move on dengan Keyshila.. jodoh memang tidak ada yang tahu.. eh tapi kalian tidak ada ‘kecelakaan’ kan.. kok kesannya tiba-tiba menikah.. apa jangan-jangan karena Reyhan frustasi.. kamu punya pembantu dimakan juga…” ejekan kasar dan sarkas dari dikeluarkan oleh Ama.
”Tante jaga uca…”
”Mbak.. jangan punya pikiran Reyhan sebejat itu.. gadis calon istrinya itu gadis baik-baik.. dia itu mahasiswi di Universitas Negeri Indonesia.. satu semester lagi wisuda.. dia itu putri dari teman lamaku yang meninggal beberapa waktu lalu karena bencana alam.. setelah yatim piatu dan tidak punya siapa-siapa aku memintanya untuk menganggapku sebagi keluarganya.. dan ternyata setelah saling bertemu Reyhan dan Puput saling menyukai.. dan sepakat menikah.. jadi jangan berfikir mereka menikah karena telah terjadi sesuatu hal..” dengan intonasi sedikit emosi Dhira menerangkan dengan lugas kepada Ama..
Puput dan Reyhan yang menyadari Dhira sedang bermain peran akhirnya memilih diam tidak membantah, sementara sudut mata Reyhan menangkap kegelisahan di raut wajah Keyshila.
Ada mendung dan sendu yang menggelayut di wajah gadis cantik bak bidadari itu, beberapa kali mata keduanya beradu pandang dan Reyhan menangkap ada semacam isyarat dari Keyshila seolah ingin meminta penjelasan dari Reyhan.
Namun menyadari Keyshila sebentar lagi akan menikah dan disana juga ada calon suami yang juga sepupunya, Reyhan tidak merespon permintaan dari Keyshila yang tersirat itu.
”oo.. ok.. ok.. sorry.. sorry.. tadi keceplosan saja.. baiklah aku mau ke Hilda dulu.. ayo anak-anak kita fitting baju sekarang.. ”
Beberapa langkah berjalan, Keyshila masih sempat untuk memutar kepalanya sesaat untuk melihat ke arah Reyhan yang sayangnya Reyhan justru sudah berjalan menuju pintu keluar butik.
*-**--***---****----
”Ma.. mama.. bercanda kan mengatakan aku akan menikah dengan dia”
Protes Reyhan setelah ketiganya berada didalam mobil.
”Awalnya mama memang hanya berkata asal pada tantemu yang sombong dan suka merendahkan orang lain yang dia anggap dibawahnya itu.. awalnya mama berpura-pura mengatakan kalian akan menikah itu tujuannya agar Tante Ama tidak memprovokasi dan membully Puput.. tapi kemudian didalam hati mama pada akhirnya berfikir bagus juga jika kalian menikah.. kalian sebenarnya cocok kok” kata Dhira dengan wajah cerah.
”Mamaaaa..”
”Bu Dhira..”
Kembali Reyhan dan Puput berbicara bersamaan.
“Hei! kamu bisa diam tidak siih.. biarkan aku yang omong dulu.. gara-gara mama bela-belain kamu aku yang jadi korban..”
Hardik Reyhan dengan kasar membuat nyali Puput menciut sekaligus merasa bersedih.
”Huush!! Reyhan.. kamu tidak boleh begitu dengan calon istrimu.. yang sabar ya Nak Puput.. Reyhan itu hanya sok keras saja.. padahal hatinya baik” ucap Dhira membesarkan hati Puput.
”Ma.. sudah doong bercandanya.. nggak lucu mama.. mama kenapa siih tadi pakai bohon bilang aku dan dia saling suka.. trus mau nikah.. mana nikahnya besok lagi.. nanti kalau sampai tante Ama koar-koar trus keluarga besar tahu terutama kakek.. bisa-bisa jadi heboh dan kakek pasti tambah marah sama keluarga kita.. ada benarnya juga yang dikatakan tante Ama tadi.. kakek akan tambah marah kalau tidak dikasih tahu lebih dulu..” protes dan gerutu Reyhan
”Ya mama tadi tidak sampai berfikir kearah situ siih Rey.. ”
”Aduh mama.. gimana siih”
”Ya tidak gimana-gimana.. lagian kakekmu itu otoriternya semakin menjadi-jadi semenjak nenekmu meninggal.. Radit menikah dengak Keyshila kan karena tujuan bisnis keluarga dengan.. kamu tahu itu.. kakekmu dan kakeknya Keyshila ingin menyatukan bisnis keluarga.. dengan jalan pernikahan.. kedua orang sepuh kakak beradik itu kan sama-sama otoriter sifatnya.. nah kakek Rana melihat yang bisa meneruskan bisnis dari kita adalah keluarga Raditya sementara dari pihak Kakek Bhamantara yang paling bisa meneruskan adalah keluarga Keyshila.. jadilah mereka dinikahkan.. dari dulu keluarga kita sebagai keluarga bungsu bagi kakek Rana kan dianggap pembangkang… awalnya dulu gara-gara mama menolak dinikahkan dengan anaknya kolega kakek yang playboy dan pernah menghamili mantan pacarnya tapi tidak mau bertanggung jawab.. beruntung ada nenek yang membela mama waktu itu.. yang akhirnya mama bisa menikah dengan Papa Adnan.. kemudian ditambah lagi saat kakakmu Hania mau di jodohkankan juga sama anak menteri yang juga pengusaha terkenal itu.. mama lagi-lagi menolak karena mama dapat informasi anak menteri itu pernah beberapa kali meninggalkan mantan-mantan pacarnya dalam keadaan hamil..” terang Dhira.
”Nah itu.. kalau mama menolak untuk di jodohkan.. trus mama juga menolak saat Kak Hania dijodohkan oleh kakek dan akhirnya bisa menikah dengan pilihan Kak Hania sendiri.. kenapa sekarang justru aku yang mama jodoh-jodohkan.. mama ini tidak konsisten..” protes Reyhan bertambah kesal.
”Lho kan ini beda kasus Rey.. kalau dulu saat mama dan Kak Hania dijodohkan itu kan saat itu kami sudah punya calon suami.. dan juga yang mau dijodohkan pada mama dan Kak Hania punya reputasi buruk.. lha sekarang kamu jomblo... trus juga calon yang mama jodohkan denganmu juga gadis baik-baik.. jadi ya beda lah..” ujar Dhira menyangkal protes Reyhan.
”Ya bagi Reyhan sama aja.. mama tidak konsisten”
Reyhan tetap kekeuh dengan pemikirannya.
”Mo..mohon maaf Bu Dhira.. saya ijin berbicara.. saya..saya juga belum punya keinginan untuk menikah.. ingin fokus untuk menyelesaikan kuliah.. jadi Puput mohon jangan ada perjodohan Puput dengan Mas Reyhan ya bu?”
Setelah semuanya terdiam beberapa saat akhirnya Puput memberanikan diri untuk berbicara, dari tadi sebenarnya ia sudah tidak tahan untuk berbicara dan meminta ide perjodohan itu dibatalkan atau dianggap tidak pernah ada.
”oalah.. hahaha.. Puput.. Puput.. kamu itu entah polos atau bagaimana.. mau berbicara saja pakai minta ijin..” ledek Bu Dhira membuat Puput mengulum senyum kecut.
”Kalau Ibu memaksa memintamu menikah dengan Reyhan bagaimana? apa anak ibu ini kurang ganteng ya?” goda Bu Dhira lagi.
”Eh itu Bu..”
”Ma.. mama itu juga.. maksa-maksa anak gadis orang menikah dengan anaknya.. mama belum tanya juga apa dia sudah punya calon atau bahkan mungkin sudah dilamar orang..” Reyhan tiba-tiba memotong ucapan Puput.
”Eh.. oh iya ya.. kok mama bisa tidak kepikiran itu juga ya” kata Dhira sambil menepuk jidat.
”Puput belum punya calon kan ya?” tanya Dhira kepada Puput kemudian.
“Eh.. itu.. kalau itu.. belum ada bu..”
Gelagapan Puput menjawab, sempat terbersit keinginan untuk bercerita pada Dhira, namun Puput urungkan karena merasa waktunya belum tepat.
**********************************