Kepalaku terasa pusing saat indera pengelihatanku melihat sinar lampu, beberapa kali aku mengedipkan mata untuk mendapatkan kembali kesadaranku.
Aku melihat ke sekitar ruangan dan sama sekali tak dapat mengenali kamar ini. Setelah melirikan mataku ke arah jam dinding yang menunjukan pukul 11, aku membangkitkan badan dari atas kasur walaupun seluruh wajahku masih terasa nyeri.
Aku sempat mendengar sebuah suara samar dari luar kamar.
Melalui jendela, aku melihat beberapa pemuda tak memakai baju sedang duduk menghadap ke sebuah api unggun, sementara sekelompok pemuda memakai blazer sedang berdiri di seberangnya.
Aku masih berada di villa.
Setelah beberapa saat mengumpulkan kesadaranku, aku mulai berjalan keluar kamar. Masuk ke area aula, kemudian melangkah menuju pintu utama.
“Eh, udah