Pagi pun menjelang . Perlahan Leana membuka matanya, merasakan perih di bahagian intinya. Leana berusaha menyingkirkan lengan pria asing itu. Dia berusaha bangkit dan langsung menuju ke kamar mandi. Dengan rasa sakit di bahagian intinya, dia bergegas bersiap dan terua keluar dari kamar mandi. Leana mencapai ponselnya yang tergeletak di lantai kamar. . Dan terus menuju ke pintu kamar. Sebelum membuka pintu dia menoleh ke atas meja kamar dan mencapai sekeping kertas dan menulis sesuatu. Lalu meninggal kan kertas itu di samping kasur . Leana bergegas keluar dari hotel dengan hati yang hancur.
Perlahan-lahan pria asing itu membuka matanya . Meraba-raba tempat sebelah tidur nya. Pria itu bergegas bangun dan melihat seluruh kamar tapi tidak menemukan apa yang di carinya. Dia pun bergegas ke kamar mandi membersihkan diri dan bersiap . Pria itu pun keluar dari kamar mandi dan duduk di kasur,. Dia mencapai kertas yang berada di atas meja sebelahan kasurnya. Dan membaca tulisannya.
"TERIMA KASIH UNTUK RASA YANG MENYAKITKAN INI!!! " Sepotong ayat di kertas itu tertulis. Pria itu meraup wajahnya dengan kasar dan menghempaskan dirinya ke kasur kembali. Dia merasakan ada sesuatu berada di bawah tubuh nya. Pria itu pun bangun dan melihat sebuah gelang yang tertulis nama *LEANA* dia situ. Dia mengingat kembali apa yang terjadi, mungkin di antara pergelutan mereka mengakibatkan gelang milik gadis itu tercabut. Pria itu pun menaruh kedalam kantung celananya. Dan mencapai ponsel miliknya menekan tombol dail.
" Cari tahu siapa yang berani mencampurkan obat kedalam minuman saya. Dan cari tahu siapa wanita yang bersama saya tadi malam" Pria menelefon orang suruhannya.
Ya, pria itu menghadiri majlis resmi perusahaan miliknya tetapi ada yang menjebaknya dirinya. Tidak salah lagi kerana ramai wanita yang mengincarnya tetapi tidak seorang pun yang bisa memikat hatinya. Rata-rata pengusaha yang berkerjasama dengannya pun ingin memberi anak perempuan mereka sebagai ganti kerjasama yang berjalan. Tapi pria itu tidak pernah berminat akan wanita. .
Pria itu adalah Darren Shah. Mengusaha lelaki nombor satu di PARIS. Umurnya yang baru 27 tahun itu sudah banyak membangun perusahaan miliknya dan produk nya bahkan ad dimana-mana. Bahkan dia disegani di dunia bisnes kerana masih muda tapi sudah mencapai kejayaan yang luar biasa. Sifatnya yang dingin dan jarang tersenyum itu membuat para wanita sukar mendekati dirinya.
Darren merupakan anak tunggal kepada sepasang suami isteri iaitu Ethan Shah dan Elvina Shah. Ethan yang sudah lelah dalam mengelola perusahaan memberikan seluruh asetnya kepada Darren untuk di kelola.
............................
Darren yang baru sampai di perusahaan nya terus menuju ke lantai atas . Ruangannya dia lantai paling atas gedung perusahaan itu. Darren duduk dan menyandarkan tubuhnya ke kursi miliknya. Darren merasakan lelah yang berterusan,. Dia terus-terus memikirkan wanita yang bersamanya tadi malam.
"Kenapa kau harus pergi? Seharusnya kau tunggu aku bangun dan meminta pertanggungjawaban" Darren terus bergumam sendiri.
Tok... Tok.... Tok... Orang kepercayaan sekali gus sekretarisnya Darren mengetuk.
"Masuk"
" Tuan, dari siasatan yang saya jumpai , ada seorang wanita yang menaruh obat itu ke dalam minuman tuan, dan wanita itu adalah sahabat tuan sendiri. Ini beberapa bukti dari rekaman cctv di hotel tersebut. "
" Urus dia dan bawa kepada saya. Saya mahu tahu alasan dari mulutnya sendiri. Dan kita akan beri dia hukuman walaupun dia sahabat saya tapi dia telah melampaui batasnya."
" Terus, bagaimana dengan wanita yang bersama saya tadi malam?"
" Wanita itu merupakan seorang tetamu di hotel tersebut, dan dia sudah berada di hotel itu sekitar seminggu. Dari data-data yang saya dapat , wanita bernama PRETTY LEANA. Dan itu saja yang saya dapatkan. Kerana sangat sulit untuk menjejaki dirinya. "
"PRETTY LEANA!!! Cari dia sampai ketemu, gimana pun caranya" Darren menatap gelang yang berada di genggaman tangannya dengan matanya yang setajam elang itu. .. Darren merasa bersalah dengan apa yang telah terjadi di antara mereka.. Walaupun ia sebuah kesalahan tapi dia tidak boleh lepaskan tanggungjawab itu begitu saja. .
"Siapa pun kamu , dan di manapun kamu. Kita tetap akan bersatu" Darren bersumpah gadis ini akan menjadi satu-satu miliknya. Baginya dengan apa yang terjadi tidak akan ada yang boleh memiliki leana. .
Kerana terlalu lelah dengan apa yag berlaku Darren keluar dari kantornya dan berhenti tepat di depan meja sekretarisnya.
" Batalkan semua pertemuan saya dan jika ada yang datang mencari saya bilang saja saya tidak ada dan tidak ingin di ganggu. "
"Baik tuan"
Darren terus berlalu meninggalkan ruangannya menuju parkiran. Dia masuk ke mobil miliknya dan menghidupkan mesin mobilnya. Entah kenapa kepalanya terasa penuh. Darren hanya diam di mobilnya tanpa niat untuk pergi dari parkiran itu. . Setelah berkali-kali dia menghembuskan nafas, Darren terus melaju meninggalkan gedung miliknya dan pulang ke rumah.
Walaupun seorang pria, tidak dimungkiri Darren memerlukan pelukan ibunya untuk menenangkan hatinya yang gundah. Setibanya di rumah miliknya , terlihat kedua orang tuanya sedang bersantai di ruang tamu.
Darren langsung menuju ibunya dan memeluknya tanpa menceritakan sepatah apa pun. Baginya biar lah dia simpan sendiri tetapi dia memerlukan tambahan penyemangat hidup nya dari ibu nya melalui pelukan. Ibunya hanya tersenyum melihat tingkah putera semata wayangnya itu.