Ayana Agatha, seorang gadis berusia 22 tahun yang sedang melanjutkan studi manajemen dan bisnis di salah satu Universitas yang ada di Jakarta. Ayana sendiri adalah gadis periang, manis, dan mudah tersenyum. Kini ia tinggal bersama om dan tante, Juna dan Cecil.
~~~~~
Pagi yang cerah ini, Ayana terbangun karena sinar matahari yang masuk di cela-cela gorden putih miliknya. Ayana mendudukkan diri dan mengusap muka kasarnya.
"Ya ampun, udah selai berapa ini?" tanya Ayana pada dirinya sendiri sambil melihat jam dinding.
Ayana membelalakan mata dan berteriak, "ya ampun, jam 7 pagi .. Astagfirullah, aku terlambat .."
Ayana terus beranjak dari kasur dan lari ke kamar mandi. Setelah selesai, Ayana memilih pakaian dan memol sedikit make up diwajahnya.
"Pagi semua .." sapa Ayana saat tiba di meja makan.
Juna dan Cecil menjawab sapaan Ayana dan menatap binggung kearah Ayana.
"Kamu kenapa, Ayana?" tanya Juna, om Ayana
"Om sama tante kenapa ga bangunin Ayana? Hari ini kan Ayana ada jadwal kelas pagi." jawab Ayana sambil duduk di bangku
Juna dan Cecil saling bertatapan dan memegang tawa nya. Namun, suara keras dari atas tangga. Mereka langsung menoleh dan melihat siapa yang tertawa.
"Loh Mas Galuh kenapa ketawa?" tanya Ayana, lihat abang sepupu nya Ayana hanya menatap Galuh binggung.
"Kamu itu strees gara-gara kuliah ya, dek?" tanya balik Galuh tanpa berhenti tawa nya.
"Idihhh, apaan sih mas? Ditanya malah nanya balik," balas Ayana
Galuh menurun dan duduk di sebelah Ayana.
"Om sama tante juga kenapa ketawa?" Ayana menatap pasutri didepan nya yang tertawa kecil
Tak ada yang menjawab pertanyaannya, Ayana pagi-pagi sudah di buat kesal oleh keluarga om nya.
"Ishh, kalian kenapa sih? Perasaan Ayana ga ada yang lucu," ucap Ayana lalu cemberut
"Coba kamu liat hp mu terus liat sekarang hari apa," ucap Galuh yang masih terkekeh
Ayana mengaktifkan ponselnya dan melakukan apa yang diucapkan Galuh.
"Ya Allah, ternyata sekarang hari minggu." teriak Ayana
"Udah tau kan kenapa mas ketawa tadi?" tanya Galuh. Ayana terkekeh dan mengangguk
"Kayaknya kamu butuh hiburan, Ayana." ucap Juna
"Iya nih, om. Ayana bener-bener strees kuliah," ucap Ayana bicaralah om om nya.
"Ya udah, nanti kita jalan-jalan aja, dek. Gimana?" tawar Galuh
Ayana menoleh, "Seriusan mas?" Galuh mengangguk mantap.
"Asekkk, jarang-jarang diajak jalan sama cogan." ucap Ayana senang. Mereka semua tertawa.
"Kelamaan jomblo sih kamu," ucap Cecil
"Weits, tante. Tante jangan ngeremehin Ayana dong," balas Ayana tak mau kalah
"Emang udah ada pacar?" tanya Juna
"Oh ,, tentu dong,"
"Udah?" ulang Juna
"Pasti belum maksudnya," mereka semua tertawa mendengar jawaban Ayana.
"Sudah-sudah, lebih baik kita sekarang makan dulu." ucap Juna.
SKIP...
“Ayana ..” teriak seseorang dari luar kamar Ayana
Setelah sarapan, gadis itu kembali masuk ke kamarnya. Entah apa yang dilakukan gadis itu hingga ia betah di dalam kamar.
"Loh Galuh, ngapain kamu teriak-teriak di depan kamar adek mu?" tanya Cecil, bunda Galuh.
“Galuh mau ngajak Ayana jalan-jalan, bun. Mumpung Galuh sedang menunggu, ”jawab Galuh
"Oalah, ya sudah. Buka saja pintu itu, anak itu ga selalu kunci pintu kalo siang begini," ucap Cecil dan berlalu. Galuh menghela nafas, Mengapa tidak daritadi saja ia membuka pintu, pikir Galuh.
Galuh menatap adek sepupunya yang sekarang duduk di balkon kamarnya, apa yang ia lakukan sampai tiba Galuh menelepon Galuh diabaikan.
"Ayana .." panggil Galuh sekali lagi. Namun, tetap tetap sama.Ayana sama sekali tidak mendengar ucapan Galuh.
“Ayana ..” kali ini Ayana menoleh dan tiba melihat abang sepupu nya berada di sampingnya.
"Loh mas Galuh ngapain di sini?" tanya Ayana sambil mencoba memperbaiki tetesan airmata nya.
Galuh menaikin satu alisnya, binggung.
"Kamu kenapa nangis, dek?" tanya Galuh dan menanyakan pertanyaan yang dilontarkan oleh Ayana sebelumnya.
Ayana membuka wajah dan tidak menatap Galuh.
“Ahh apaan sih, mas. Ayana cuma kelilipan bukan nangis kok, ”jawab Ayana.
Galuh menatap Ayana. Galuh tau, adeknya kini telah berhasil menyelesaikan sesuatu dan ditangkap.
Galuh menarik wajah Ayana agar tampak menarik.
“Mas ga suka kamu bohongin. Mas tau kamu tadi menangis, ”ucap Galuh.
Tanpa aba-aba Ayana langsung memeluk Galuh dan menyelesaikan tangisannya yang telah tertahan beberapa menit yang lalu. Galuh membalas pelukan Ayana dan melepaskan Ayana menumpahkan segala kesedihannya.
Setelah tenang, Galuh membawa Ayana ke dalam kamar Ayana dan duduk di tepian kasur sambil Galuh duduk di kursi belajar Ayana.
"Apa yang kamu tangisin hm?" tanya Galuh dengan tenang.
Galuh terus memandang Ayana yang masih sesegukan dan menundukkan serangan.
“Cowok kemenangan itu menduakan mu, Ayana? Tanya Galuh sambil berusaha mengendalikannya.
Ayana mendongak dan menatap Galuh. Ayana tidak pernah membahas apa pun pada Galuh, lalu bagaimana cara pria yang mengetahui masalah ini Ayana saat ini.
“Jawab pertanyaan saya, Ayana !!” Ayana tertunduk dan mengangguk. Ia tau, saat ini masnya telah menahan log.
“Aku sudah pernah melihat kamu sama, itu dia bukan laki-laki yang baik. Apalagi kalian berkenalan lewat media sosial, apa saja bisa terjadi. Lalu, ditambah kamu tidak pernah berjumpa walau di wilayah kota yang sama. "Ucap Galuh kesal.
Dulu Galuh tiba-tiba berucap bahwa Ayana harus hati-hati dengan laki-laki yang ia kenal lewat media sosial. Ayana tidak percaya dan menolaknya. Dan lihatlah, sekarang ucapan Galuh benar adanya.
"Maaf, mas. Maafin Ayana," ucap Ayana dan kembali menangis sejadinya.
“Mas Galuh, tolong kamu buat pacaran Ayana, tapi tolong kamu jujur sama aku. Mas Galuh bahkan tau hubungan mu dengan laki-laki dari salah satu teman kampus mu. Lalu, kenapa kamu ga jujur sama mas mu sendiri? Mas Galuh ga mau kamu disakiti sama laki-laki manapun. Dan sekarang, mas ga tau apa yang harus dilakukan mas. ”Ucap Galuh dan menghampiri Ayan dan meminta adek sepupu itu.
“Maafkan Ayana ya, mas. Ayana janji ga akan seperti ini lagi, ”ucap Ayana di sela-sela tangisan nya.
“Mas Galuh juga minta maaf, karena ga jagain kamu. Mas harap ini terakhir kali, Ayana. "Ayana mengangguk.
Ayana agatha, gadis itu tidak pernah pacaran hingga ini. Mungkin sebagian besar dari kalian percaya, tapi itu nyata. Itu pertama kali, ia kembali sakit hati karena laki-laki.
SKIP..
Setelah kejadian tangis menangis tadi siang, kini Ayana dan Galuh sedang tertawa bersama di halaman teras bersama dengan beberapa tentara muda anggota Juna. Mereka semua melawak tiada sampai perut mereka karena lebih tetawa.
"Kalian ini berisik sekali, tertawa sampai terdengar ke dalam rumah." Ucap Juna. Membuat mereka semua mingkem dan menyudahi candaan mereka.
"Ish, om Juna tuh datang-datang marah aja, orang lagi bercanda juga." Protes Ayana.
"Liat tuh, semua jadi nunduk terus mendadak bisu kan," lanjut Ayana sambil melihat 4 tentara muda di depan nya sekaligus abang sepupunya yang terdiam.
"Kalian ketawa sekali, coba kecilin sedikit gitu loh." Ucap Juna.
Ayana memandang om ini dan berteriak memanggil seseorang.
“Tante! Om Juna marah-marah nih, ”Ayana mengadu dan tak lama meminta izin sambil membawa makanan ringan dan minuman.
“Bang, biarlah mereka tertawa. Lagian kalo ga ada mereka sepi banget rumah, ”ucap Cecil pada pertemuan.
“Tuh om dengarin tante Cecil,” ucap Ayana meledek om itu.
"Ahh kamu mainkan itu aduan Ayana, unduh itu." mereka semua terkekeh pelan.
"Ya sudah, kalian lanjutin aja bercanda, sekalian dihabiskan makanan sama minumannya ya." Jangan lupa dan jangan lupa bawa.
Mereka semua menghela nafas lega dan kembali membuat candaan yang mengocok geli di perut. Jam 4 sore ke-4 tentara muda itu pamit untuk pulang dan membersihkan tubuh mereka.
Ayana dan Galuh sedang bersantai sambil menunggu adzan maghrib berkumandang di ruang keluarga.
"Dek," Ayana menoleh dan menatap Galuh.
"Kenapa, mas?" tanya Ayana
"Malam nanti ikut mas yuk!" ucap Galuh
“Mau kemana, mas? Ayo lah, lama aku ga jalan-jalan sama cogan, ”canda Ayana.
“Mas mau ngumpul sama teman-teman, tapi ga usah khawatir ada ceweknya juga kok,” ucap Galuh.
"Oke, Ayana ikut," Ayana meminta ajakan mas nya tersebut.
“Siip, selai 7 dan kamu siap-siap ya, dandan yang cantik gitu loh jadi feminim dikit, dek. Siapa tau kan teman mas yang tertarik sama kamu ikut, ”ucap Galuh
"Idihhh, apaan sih, mas." Galuh tertawa melihat Ayana cemberut.
BERSAMBUNG...