syukur aku dan sahabatku diterima di SMK yang kami harapkan. Dengan semua perjuangan yang kami lakukan semua tidak sia-sia. dimulailah masa orientasi siswa yang ditunggu-tunggu, semua peralatan yang harus dibawa sudah kupersiapkan sejak semalam. dimulai dari karung yang dijadikan tas, kaos kaki beda warna, tali rapia yang dijadikan tali sepatu, topi dari bola plastik untuk sepak bola yang dihias dengan tali rapia sebanyak tanggal lahir, gelang jengkol, serta kalung roti. ini mau mos apa mau dibikin jadi orang gila? bener-bener deh OSIS. aku dijemput Nina jam 5 pagi, sialnya aku baru bangun. semua serba buru-buru. salahku tidur terlalu malam, sampai disekolah aku lupa sembawa sendal. kan ada saja yang lupa kalau buru-buru tuh. bapak Nina langsung memberikan sendal nya yang ia pakai untuk kubawa. bapak Nina benar-benar baik seperti bapakku, berkatnya aku bisa terhindar dari hukuman. aku dan Nina langsung berbaris untuk masuk, setelah semua peralatan dicek oleh kakak kelas kami langsung diarahkan kelapangan upacara. tidak lama kemudian semua siswa dan siswi sudah terkumpul. Dimulailah upacara pembukaan yang menandakan kegiatan MOS telah dimulai. setelah itu kakak OSIS yang bertugas untuk membimbing setiap regu mulai mendatangi regunya masing-masing. aku dan Nina berbeda regu, padahal sebenarnya aku ingin bareng dia aja mengingat belum kenal siapa-siapa. tiba-tiba kakak reguku dateng, dia melihat wajahku. " ini kami tompelnya mana?", aku bingung emangnya kemarin dibilang suruh pake tompel ya dimuka?. "kamu diam aja bukannya jawab, sini biar saya aja yang buatin". heh? kakak itu langsung membuat bulatan besar di pipiku layaknya tompel dengan spidol yang dipegangnya dengan semangat. ini orang kayaknya punya dendam pribadi deh, dilampiasinnya ke adik kelas dan sialnya itu aku. nyebelin banget, dia laki tapi kaya gini bikin emosi aja. ini sih namanya dibuat beneran kaya orang gila. Selesai dia membuat tompel dengan senyum yang puas, dia langsung pergi. inginku berkata kasar tapi harus sabar. seletah acara pembukaan dilapang selesai kami langsung diarahkan ke kelas masing-masing. tidak lama setelah itu diadakanlah pengenalan tentang sekolah dan segala macamnya, hari ini hari yang benar-benar sibuk dan sudah sore kami akan pulang sebentar lagi. tapi tiba-tiba pintu kelas kami di dobrak oleh 3 orang kakak kelas yang sepertinya itu ketua, wakil ketua, yang satu nya lagi gak tahu siapa menyuruh kami untuk menundukkan kepala kami sambil berteriak. "nunduk kalian semua, berani kalian sama saya?" ya mana berani ya kan? lagi MOS gini gak mungkin cara masalah kan padalah sih sebenarnya pengen banget kutendang pantatnya. 2 hari berturut-turut begini terus apa gak capek? "sekarang kalian semua baris dilapangan". oh oke, bisanya cuma nurut ya gak? palingan ini acara mau penutupan terus ditakut-takutin gitu. Serius deh apa gak ada yang lebih berbobot gitu acaranya? dan ternyata bener kan ini acara penutupan. berakhir lucu sih sebenarnya karena ketiga orang itu malah dikerjain balik. hahahaha, disuruh joget. setelah semua selesai hampir mau maghrib, bapak Nina gak bisa jemput karena masih jualan. alhasil aku dan Nina pulang jalan kaki padahal jaraknya lumayan jauh, kalo jalan kaki bisa sejaman sampe rumah. disaat lagi asyik-asyiknya jalan kami ketemu temen kami yang bawa motor. " sutt, woy nin yas mau bareng gak?" aku menjawab " seriusan mau nebengin? itu kamu udah berdua loh sama Ari. mau 1 motor 4 orang?" "muat kok, si Ari kan kecil ini badannya, taruh depan aja kalian kan dibelakang". "gak, masalahnya kita ini cewe pak rok nanti paha kemana-mana. kamu kan enak pake celana panjang". Nina menjawab "udahlah yas kita nebeng aja. jalan kaki udah gak sanggup, kan pake celana pendek lagi ini kita". akupun mengiyakan, bener juga sih capek keburu malem juga jadilah kita naik motor satu berempat. semoga hari yang akan datang lancar ya.