ke esokan harinya aku pun bersiap- siap untuk pergi ke sekolah ku masuki semua buku-buku pelajaran ku ke dalam tas kecil ku dan segera aku menuruni anak tangga untuk menunggu tuan althar di bawah.
betapa terkejutnya aku yang melihat tuan althar sedang duduk di ruang makan dengan pakaian CEO nya yang rapi.
" tuan,apakah anda sejak tadi berada di sini " tanyaku pada althar.
" iya saya di sini sejak tadi menunggu mu kiaa "ucap nya dengan nada yang terlihat gemas padaku.
" hehehe maaf kan saya tuan, saya kelelahan dan akhirnya kesiangan bangun nya " sahutku dengan malu melihat althar .
althar yang melihat ku memasang wajah malu pun berkata "dasar anak kebo, duduk lah dan makan sekarang setelah itu kita berangkat " ucap nya padaku.
"tuan mau saya buatkan kopi "tanyaku pada nya.
" baiklah ,aku harap kau tak meminta imbalan apapun ya untuk secangkir kopi itu " jelas althar padaku. " kia kia entah kenapa aku begitu menyukai kopi yang kau buat dengan tangan kecil mu itu "batin althar.
"oh tentu saja tuan, aku hanya ingin meminta uang jajan ku " sahutku.
"hemm, ini untukmu tapi ingat jangan boros-boros " berikan nya kartu ATM padaku."tapi tuan kalau di sekolah mana bisa di pakai "ucapku. keluarkan nya selembaran uang seratus ribu padaku.
segera aku berjalan menuju dapur untuk membuat kopi,setelah selesai ku berikan kopi itu kepada althar.
" ini tuan kopinya "ucapku.
"heem, sekarang cepat makan "ucap althar.
aku pun menyantap makanan ku dengan terburu-buru karena sekarang jam sudah menunjukkan pukul 07.00 wib . yaeh aku tau bahwa kali ini aku sangat terlambat. setelah selesai makan kami segera berangkat menuju sekolah ku. sesampainya di sekolah gerbang sudah tertutup. "yah terlambat dong kia kalau begitu kia bolos saja percuma gerbang sudah di tutup dan tak akan bisa juga masuk " ucapku dengan pasrah.
arlthar yang melihatku bersedih tiba-tiba mengecup sebentar bibirku lembut dan berkata " tunggu dan lihat lah " hanya dengan satu panggilan telepon dari althar pintu gerbang pun segera di buka oleh satpam itu dan dengan segera aku bergegas keluar dari mobil dan sebelum aku keluar althar memegangi tangan ku dan menarik ku mendekati nya,kini tak ada jarak di antara kami, hembusan nafas hangat althar menyapu wajahku dan membuat ku terdiam memejamkan mata ku.
" kia apakah kau lupa bahwa aku adalah suamimu sekarang " ucapnya padaku,segera ku buka mataku dan tersenyum malu. kini pipiku yang cabi berubah warna bak tomat matang.
segera ku cium punggung tangan suami ku itu.althar pun mencium hangat keningku.
maaakkk aku baperrrr !!!
yah ciuman pertamaku bersamanya sudah terjadi dan entah kenapa jantungku berdebar begitu kencang rasanya ingin keluar dari tempat nya.
" apakah dia memang sudah mulai menyukai ku, tapi apakah mungkin secepat itu atau hanya membaperiku saja "batin ku.
" ah sudah lah sebaiknya ak segera ke kelas ku "ucapku lirih tanpa mempedulikan satpam yang memandangi ku heran
DI KANTIN SEKOLAH
''kiaa " teriak seseorang memanggil namaku, ya dia adalah teman terkonyol ku namanya lilis.
" yaa ada apa liss " ucapku sambil memalingkan badan ku menghadap ke arah lilis.
" tumben hari ini lo datang terlambat "ucap lilis padaku.
" ya karena suami gue yang rese gak mau bangunin gue makanya gue bangun nya kesiangan " tak sengaja aku keceplosan. mendengar perkataan ku lilis pun terkejut.