—Terima kasih, meski akhirnya pertemuan kita harus diakhiri. Sampai jumpa, di kehidupan lain yang katanya abadi—
***
KEDATANGAN Rahma di rumah duka menyita perhatian seluruh pelayat yang sehabis Maghrib mengadakan tahlil. Andre berlari menghampirinya dan membayar biaya Taxi.
“Rahma, kamu seharusnya tetap dirumah sakit,” kata Andre.
Rahma memegang lengan Andre erat-erat mencari tumpuan sementara tangannya yang lain membekam mulutnya yang mengerang tertahan. Belum terima bahwa Vanya benar-benar meninggalkannya.
Tubuh Rahma hampir ambruk andai Andre tak menahan bahunya, melihat kejadian itu Akbar berlari membantu Andre memapah Rahma masuk ke dalam rumah, sedangkan pelayat yang lain kembali mengaji melanjutkan tahlil.
Di dalam terdapat Ani, juga dua teman sekelasnya Pipin dan Flora. Mere