" Edwin..." Ujar Keyra sambil menunjuk pemuda yang memanggil namanya. Edwin pun mengangguk
" Apa kabar? " tanya Edwin
" Baik.. Kau sendiri? "
" Baik ...apa kakak tidak sedang buru buru?" tanya Edwin dan Keyra menggeleng sebagai jawaban nya. " Kalau begitu kita ngobrol sebentar, boleh? " sambungnya lagi. Keyra pun mengangguk sambil bergumam oke.
Mereka pun masuk kedalam kafe. Keyra yang hendak pulang pun duduk kembali di kafe itu. Edwin memesan minuman dan cemilan untuk mereka berdua.
" Ed, tidak usah pesan apapun untukku. aku baru saja minum dan tadinya mau pulang. " tolak Keyra saat Edwin memesankan minuman dan makanan untuknya.
" Lalu, aku akan makan dan minum sendirian dan kakak akan lihatin aku makan. begitu? " tanya Edwin dan Keyra hanya menggeleng dengan polosnya. " Kakak harus coba cheesecake disini, rasanya enak dan juga ice cappucino latte nya. kakak suka kopi kan? " tanyanya lagi.
" Eh... iya, aku suka." jawabnya sedikit gugup. Keyra masih belum bisa percaya dia bisa bertemu dengan adik kelasnya yang usil yang selalu menggoda nya waktu masih duduk dibangku SMA. " Oh iya satu lagi, panggil Keyra saja. tidak usah pake kakak. kita hanya beda sedikit. rasanya aku sudah tua kalau kamu panggil kakak.." ujar Keyra sedikit merajuk.
Edwin tertawa. ternyata kakak cantik nya ini masih saja lucu seperti dulu. dan perasaannya pada wanita cantik dihadapannya ini masih sama seperti dulu. Ya, Edwin mencintai Keyra. dia bersikap usil kepada kakak kelasnya dulu untuk menarik perhatiannya. diam diam juga Edwin selalu perhatian padanya. Saat Keyra masuk universitas pun Edwin masih memperhatikan kakak cantiknya. Edwin selalu menghubungi Keyra lewat pesan singkat.
Namun, saat melihat Keyra pacaran dengan Adit yang kini menjadi suaminya, Edwin langsung patah hati. dan Edwin langsung menyerah dan merelakan pujaan hatinya bahagia dengan yang lain. dan kini Edwin melihat sendiri ada cincin yang tersemat dijari manis Keyra. Edwin hanya tersenyum simpul memperhatikan cincin itu.
Edwin Bagaskara, pemuda berumur 24 tahun dengan paras tampan, alis tebal, mata nya yang hitam pekat, bertubuh tinggi tegap. dan lihatlah penampilan nya yang menggunakan jas mahalnya. membuatnya menjadi laki-laki yang sempurna. tidak diragukan lagi dari jas bermerk yang dipakai nya, pasti pemuda ini bukan pemuda biasa saja. Sekilas Keyra memperhatikan pemuda dihadapannya dan terkagum padanya. Diusianya yang masih muda, dia sudah menjadi pria mapan. dan juga semakin tampan dengan penampilan nya.
Keyra menepis kekaguman nya. dia pun memalingkan wajahnya melihat kearah lain.
Setelah menetralkan jantung nya, Keyra mulai membuka pembicaraan " Jadi, apa yang ingin kamu bicarakan? " tanya Keyra setelah pelayan memberikan pesanan mereka.
" Ah.. aku hanya ingin berbincang dengan kamu saja, soalnya sudah lama sekali kita tidak bertemu. apa kamu sedang buru buru? " ucap Edwin ber basa basi. sebenarnya dia sangat senang bertemu dengan wanita yang hingga saat ini berada dihatinya. Edwin ingin melepas rindu nya.
" kamu sudah tanyakan itu kan tadi? " tanya Keyra mulai kesal yang dijawab anggukan dan cengiran dari Edwin. " aku kan bilang aku sedang tidak buru buru. memang nya kenapa? "
" Hehe.. kalo tidak lagi buru buru, lalu kenapa seakan ingin aku ngomong intinya? dan nanya apa yang ingin aku bicarakan? "
" Ya... ternyata kamu masih kayak dulu suka menye menye dan buang waktu saja Ed.. kenapa ga ngomong intinya saja? " tukas Keyra sambil memutar bola matanya malas.
Lagi lagi Edwin tertawa. Dan Edwin wanita cantik dihadapannya ini masih sama seperti dulu, kakak kelasnya yang jutek. " Ayolah kak... bahkan kamu belum menyentuh cangkir cappucino mu. dan cheesecake mu itu juga masih utuh. aku bilang aku hanya ingin berbincang santai denganmu. apa kamu tidak merindukan ku? anggap saja bertemu dengan teman lama dan mengenang masa sekolah kita dulu. " ujarnya dengan senyum menggoda.
" Ckk... ayolah Edwin Bagaskara, aku bahkan tidak dekat dengan mu. bagaimana bisa kita disebut sebagai teman lama. dan aku tidak ingin mengenang saat bersamamu. kamu ini bocah usil dan nyebelin. kamu bahkan pernah ngikutin aku sampai rumah. dan satu lagi, aku ini sudah menikah, jadi berhenti lah menggoda ku. " ujar Keyra bersungut sungut membayangkan bagaimana sikap menyebalkan Edwin yang membuatnya emosi. dan memperlihatkan telapak tangan kanannya.
" Hahaha... ya itu karena aku mau anterin kamu pulang, kamu nya ga mau. jadi yaudah ikutin aja di belakang. dan ya, sudah terlihat jelas kamu sudah menikah. dan itu semakin membuat aku terluka. " jawabnya santai masih dengan tawanya.
Edwin memang menyukai Keyra, Edwin selalu berusaha mendekati kakak kelasnya. tapi Keyra yang tidak suka dengan tegas menolak perhatiannya. Edwin selalu mencari perhatian kakak kelasnya dan selalu menggoda kakak kelasnya itu. Pernah satu kali Edwin mengajak Keyra pulang bareng dan ingin mengantarkannya pulang, tetapi langsung ditolak oleh Keyra. Edwin yang nekat pun mengikuti Keyra sampai rumahnya. Keyra yang tidak nyaman membuat nya tidak suka pada Edwin.
Keyra hanya terdiam mendengar jawaban dari Edwin yang terdengar sangat santai. dia terlalu lelah jika harus meladeni dan berujung berdebat dengan Edwin. Keyra menyesap Cappucino nya, lalu dia menyendok cheesecake dihadapannya. benar apa yang dikatakan Edwin, cheesecake di kafe ini benar-benar enak dan sangat lembut.
" Kamu pulang sudah pulang kerja jam segini? " tanya Edwin sambil melirik jam tangannya yang menunjukkan pada angka dua dan jarum panjang pada angka enam. lalu memperhatikan penampilan Keyra yang memakai kemeja putih dibalut blazer hitam dan celana bahan berwarna hitam. dengan rambut yang digulung asal.
" Enggak.. aku baru saja melamar pekerjaan. " jawabnya lesu.
" Lalu bagaimana..? apa sudah dapat? "
" Belum. aku sudah mendatangi beberapa perusahaan, dan memasukkan lamaran. suamiku juga membantu masukkan lamaran via online. tapi belum ada satupun yang menerima ku di perusahaan nya. tadi pagi ada panggilan wawancara, posisi nya cocok dengan latar belakang pendidikan ku, tapi aku belum berpengalaman. jadi perusahaan lebih memilih orang lain daripada aku. "
" Kenapa kamu ingin bekerja? kalo sudah ada suami "
" suamiku sakit, setelah mengalami kecelakaan. sudah enam bulan suamiku hanya duduk di kursi roda nya. dia juga masih membutuhkan pengobatan, jadi aku putuskan untuk mencari pekerjaan. "
" Maaf .."
" Tidak apa-apa. hhmmm.. ternyata mencari pekerjaan tidak mudah. apalagi aku hanya berbekal ijazah. aku tidak punya pengalaman sama sekali. aku juga tidak punya kenalan orang penting yang bisa dengan mudah memberiku pekerjaan di perusahaan nya. "
" Kamu tidak mempunyai pengalaman apapun? di perusahaan manapun? "
" Ya, aku dan suamiku menikah saat aku masih menyelesaikan skripsi ku. karena aku tidak punya siapa siapa lagi, aku senang saat suamiku serius dan mengajak ku menikah. setelah menikah, aku hanya mengurus pekerjaan dirumah. "
Edwin berpikir sejenak, kalo menerima Keyra bekerja di perusahaan nya, itu sangat beresiko. Kepemimpinan perusahaan belum dialihkan padanya. sang ayah masih memimpin perusahaan. karena Edwin baru saja menyelesaikan kuliahnya tahun lalu. dan Edwin masih perlu banyak belajar. Edwin tidak ingin ayahnya tahu, kalo ternyata dia naksir wanita yang kini telah menjadi istri orang. dan Edwin yang tidak ingin wanita nya jauh lagi dari pandangan nya, akhirnya memutuskan..
" Bagaimana kalo aku bantu kamu, kamu bersedia? "
" Tentu saja aku mau.. memang nya kamu mau bantu aku? " tanya Keyra dengan senang.
" Ya, kafe ini pengelola nya adalah kakak sepupu ku. Bang Wisnu namanya, nanti kita temui dia. dan tanyakan apa ada lowongan disini. " Edwin lalu mengambil Handphone nya disaku celananya, dia menghubungi Wisnu. Padahal, kedatangan nya ke kafe ini adalah memang untuk menemui Wisnu, sepupunya dan juga manager di kafe ini. Setelah telepon dimatikan, Edwin mengajak Keyra menuju ke ruangan Wisnu.
" Ayo.. " ajak Edwin
" Sebentar. "
Keyra merapikan dulu penampilan nya yang sedikit berantakan. Keyra melepaskan ikatan rambutnya yang dicepol asal. dia menyisir rambut panjangnya. Edwin hanya menatap keindahan wajah Keyra. meskipun dia memakai makeup tipis, dia memang cantik. sangat cantik baginya.
Setelah dirasa penampilan nya lebih baik, Keyra bangkit dari duduknya. dia pun berjalan dibelakang Edwin menuju ruangan Wisnu. Keyra senang, akhirnya dia mendapatkan bantuan. setelah beberapa hari berkeliling mencari pekerjaan.