Quzier mengembuskan napasnya ketika dia sudah berada di depan rumah keluarga Nakagawa. Rasamya ini sangat menyesakkan, menyebalkan sekaligus haru. Dia tidak tahu harus mengungkapkan yang mana, tetapi semua itu memang terjadi sekaligus. Bisa-bisanya Kazuhiko memberikan kabar itu. Ah, ralat! Bisa-bisanya Natsumi menyimpan rahasia sebesar itu. Bahkan Bibi Minami, jika memang wanita itu adalah ibunya, maka seharusnya pertemuan mereka lebih terasa haru. Tidak seperti ini.
Anak laki-laki berambut pirang tersebut menggenggam gagang pintu masuk dengan erat. Apa yang harus dia lakukan? Kata apa yang harus dia ucapkan pada seorang ibu yang bahkan sudah dia anggap sudah mati sejak lama? Quizer menggigit bibirnya. Tidak lama, kedua telinganya menangkap suara dari dalam rumah.
“Tentu saja, Quizer s