Quizer memandang seorang pria di hadapannya dengan kagum. Ini adalah sosok yang tidak ditemuinya dalam beberapa waktu. Dan dia sempat membenci orang ini karena membuang dia ke Jepang. Negara yang bahkan tidak dia kenali bahasanya. Namun, ternyata semuanya berjalan dengan mudah, meski dia masih belum fasih dalam pengucapan. Pria itu juga memandang Quizer dengan dingin, seperti biasanya. Agak menyebalkan.
Mereka masuk ke ruang tamu. Dan ternyata Bibi Minami sudah menyediakan camilan dan minuman ketika Quizer membuka pintu. Benar-benar cepat kerjanya. Pantas direkrut oleh Code Name, pikir Quizer.
"Lama tidak bertemu, Minami," ujar Pamannya pada sang bibi yang katanya adalah ibu Quizer.
Bibi Minami hanya memamerkan senyum seperti biasa. Tidak tahu apa tujuan dari senyum itu. Dia mulai cu