"Wah, pantesan susah diajak kompromi, kelakuannya aja diluar ekspetasi ternyata, gimana bisa Mama ngenalin Kakak sama perempuan modelan kaya gitu?" Kesal gue geram sekaligus nggak habis pikir, apa Mama nggak bisa menilai sama sekali? Masa perempuan kaya gitu mau dijodohin sama Kak Kendra?
Jujur aja, dalam bayangan gue perempuan yang bakalan dikenalin Mama ke Kak Reza itu udah wah banget, kalau modelan gue aja masih di tolak sebagai menantu, harusnya perempuan yang bakalan diterima lebih bagus dari segala sisi bahkan seudut ketimbang gue nah ini apaan? Perempuannya malah nggak punya sopan santun bahkan nggak ada malunya sama sekali, masih nggak percaya gue.
"Kamu cemburu apalagi kesal beneran sayang? Lucu banget mukanya." Dan disaat kaya gini Kak Ken masih bisa ketawa, gue udah nyubit len