"Apa nggak papa kalau kita ninggalin Mama berdua sama Rania kaya gitu? Janjinya kita yang akan ngajak Mama jalan Kan Kak? Kenapa malah jadi misah-misah kaya gini? Aya nggak enak Kak, ya kalaupun Rania udah terlanjur ikut kita sekarang, ya nggak mestinya kita ngelepasin Mama buat jalan sama Rania begitu ajakan? Kalau sampai Papa tahu kita mengalah gitu aja sama Rania, Papa pasti bakalan ikut kecewa." Gue menenangkan Kak Ken yang terlihat sangat kesal dengan kehadiran Rania diantara kita semua sekerang, kehadiran Rania sekan merusak semua rencana yang udah coba gue buat berdua sama Kak Kendra hari ini, tujuan utama kita ngajak Mama keluar ya untuk gue bisa dekat dengan Mama tapi kalau Rania ikut, itu artinya semua rencana gue gagal tanpa sebab, sia-sia aja karena udah jelas, kalau Mama harus