"Ay! Bangun dulu, udah mau magrib ni, Ay! Ayo bangun." Yuni mulai nepukin pelan bahu gue supaya gue bangun tapi yang namanya beneran cepek, lelah, giliran tidur gue bisa nyenyak, bangun aja udah susah, gue berasa baru tidur sebentar doang makanya pas Yuni manggilin gue denger suaranya tapi gue masih belum punya tenaga untuk membuka mata, gue masih belum punya tenaga untuk merespon semua omongannya Yuni sekarang, andai masih belum mau magrib, gue bakalan memperpanjang tidur gue, giliran bisa tidur kaya gini malah di suruh bangun tar kalau gue nggak bisa tidur kaya tadi, gue bawa tidur aja nggak bakalan jadi.
"Ay! Udah mau magrib Ay, memangnya lo nggak mau mandi? Nggak mau shalat magrib dulu? Lo itu tidur udah hampir dua jam, ayolah Ay, buruan bangun." Ulang Yuni yang sekarang malah mulai m