Nayoung menutup pintu kamar Namjoo. Mencium Byunggyu? Yang benar saja? Memeluknya saja Nayoung masih canggung, apalagi menciumnya?
Nayoung terus melangkah sambil memikirkan hal itu. Tiba-tiba ia menabrak sesuatu yang membuatnya mundur perlahan. Ia mendongak dan mendapati Byunggyu ada di depannya.
"Wuoo Nayoung-ah, kau ingin membuat dahimu yang menonjol itu menjadi datar? Jika saja aku tak menghentikanmu, mungkin kau sudah mencium dinding di belakangku." cibir Byunggyu.
"Hah?" Nayoung menatap ke belakang Byunggyu. Ah benar, ia hampir saja menabrak dinding tadi.
"Ada apa denganmu? Apa yang kau pikirkan hingga kau berjalan sambil melamun?" tanya Byunggyu.
Nayoung menggeleng cepat, "Bukan apa-apa. Benar-benar bukan apa-apa."
Byunggyu merasa curiga karena Nayoung terlihat gugup. Namun ia