Daisy menemukan ponsel setelah mengingat dimana Maggie meletakan.
tersentak setelah dia menghidupkan ponsel, melihat wallpaper dimana terpasang foto Adam yang Maggie potret diam-diam.
Lalu dia mengubah wallpaper dengan foto bunga Daisy kesukaannya.
Huh, Daisy mendesah, terlihat sangat jelas jika Maggie terobsesi dengan Adam dan tidak bisa berhenti memikirkannya.
Mengingat sosok Adam yang tampan, Daisy merasa tidak heran.
Membaca pesan-pesan yang ada di ponsel, Daisy merasa ngeri. Banyak pesan yang Maggie kirim ke Adam dan tidak mendapatkan balasan satupun.
Huaa... malu sekali rasanya, bahkan ada foto seksi yang dikirim, bagaimanapun Maggie adalah dirinya di dunia ini.
Daisy menghapus semua pesan-pesan yang dikirimkan ke Adam. Menggertakan gigi menghapus juga semua foto narsis di galeri.
Daisy kembali membuka pesan, dengan ID Rashel dia mengingat, Rashel adalah satu-satunya teman yang Maggie punya.
Merasa miris, Maggie itu mau-mau saja berteman dengan Rashel, meskipun dirinya sering dimanfaatkan.
Rashel mengajaknya berbelanja di mall, nongkrong di kafe, makan di restoran mahal, bahkan facial ke salon ujung-ujungnya Maggie yang akan membayar. Tapi Maggie yang merasa kesepian tidak peduli, dia menjadikan Rashel tempatnya curhat, Maggie memiliki uang dan dia butuh teman.
Rashel tau tentang pernikahan Maggie dengan komandan Adam.
Dia ingat betapa tampannya Komandan di ponsel Maggie.
Dia juga mengetahui tentang Adam yang tidak memiliki perasaan kepada Maggie. Rashel iri mengingat Maggie dari keluarga berada dan memiliki kakak kembar yang tampan.
Lebih cemburu lagi saat dia mengetahui tentang Maggie yang menikah dengan komandan bahkan tinggal di royal court.
Rashel berusaha memanipulasi agar Maggie mengikuti saran-saran dan kemauannya.
Haha bahkan dengan bodohnya Maggie menurut untuk memakai riasan tebal dan pakaian terbuka, selain itu dia juga menyarankan berbagai cara bagaiamana Maggie menggoda Adam.
Rashel kesal! Berbagai cara dia lakukan supaya bisa memiliki akses keluar masuk royal court, wanita mana yang tidak mendambakan kehidupan mewah di istana kerajaan dengan suami seperti komandan Adam yang terkenal tampan. Walaupun tidak ada media sosial yang menunjukan wajah dan sosok adam karena posisinya, tapi ketampananya sudah terkenal di kekaisaran.
Rashel merasa jengkel mengingat pesan dan bahkan teleponnya diabaikan Maggie.
Adam dari keluarga berkelas dan menjadi pewaris satu-satunya, selain itu, dia menjadi komandan militer dan pintar berbisnis, memiliki aset properti bernilai miliaran.
Rashel berpikir jika dia dapat bebas masuk keluar royal court ia akan memiliki kesempatan bertemu Adam, dan bahkan naik ke tempat tidur Komandan.
Rashel tidak sadar jika dirinya kalah jauh dengan kecantikan Maggie, Adam bahkan tidak peduli dengan wanita, bukan berati dia gay, hanya saja fokusnya lebih kepada militer dan juga bisnis keluarga.
Daisy mencibir membaca pesan yang dikirimkan Rashel, dalam ingatan dia tau apa saja yang Rashel lakukan, haha bodoh sekali, Daisy juga tau tujuan teman toxic itu sebenarnya saat ini pasti ingin mendekati Adam.
Dia membujuk Maggie untuk mengizinkanya masuk ke royal court, namun hanya Adam yang dapat memberikan izin.
Untuk berbicara dengan Adam saja Maggie kesusahan dengan sikap dinginnya, huh yang dilakukan Maggie sebelumnya benar-benar tidak berguna. Bagaimana mungkin memakai riasan tebal, parfum menyengat, pakaian kurang bahan dan berputar-putar di sekitar Adam bisa membuatnya tergoda! Yang ada mual iya, merusak pemandangan! Namun jika itu pria lain Daisy ragu apakah akan mual? Ehmm... dia masih curiga dengan orientasi seksual Adam, mungkinkah benar-benar gay? Ah tidak perlu memikirkannya!
Daisy langsung menghapus pesan Rashel, lebih baik abaikan saja, virus dia!
Dipikir-pikir istana ini tidak pernah ada pengunjung selain keluarga Adam, kakak kembar Maggie dan para tentara militer tentunya, ah Daisy mengingat royal court ini situs pribadi, tentu saja orang biasa tidak diizinkan untuk terhubung masuk ke dalamnya. Bahkan para pengawal dan pelayan dipilih secara selektif.
Ada perasaan bangga Daisy bisa bebas masuk keluar royal court.
Daisy mendownload game kemudian bermain game perang-perangan di ponselnya sembari berbaring di sofa kamar. Suara baku tembak di ponsel bersahut-sahutan dengan suara tembakan yang dibuat Daisy dari mulutnya, lama Daisy larut dalam permainan, dia dikejutkan dengan alarm dengan peringatan waktunya makan malam!
"....," Daisy tidak bisa berkata-kata, bahkan makan malam pun harus dialarm? Sangat mengganggu!
Melihat waktu akhirnya dia bangun, meletakan hape, keluar kamar dan menuruni tangga.
Perasaan dia baru saja makan siang, kenapa waktu terasa cepat berlalu saat dia bermain game? Daisy melangkah menuju ruang makan, merasa sedikit gugup saat melihat Adam dan Cody, dia menyesal mengeluh tentang alarm tadi, untung saja makanan baru disajikan.
Daisy menatap penampilan Mereka berdua yang sudah berganti dari seragam militer menjadi kaos dan celana.
Daisy duduk di depan Adam, yah ini tempat Maggie biasa duduk.
Adam hanya melirik samar ke arahnya.
Daisy cemberut melihat pria di depanya ini sangat-sangat dingin, dia beralih menatap Cody yang sedang tersenyum sinis menatap penampilannya.
Dia balik menatap tajam ke cody dan bahkan melotot, dikira dia takut! Kalau ke Adam iya, tapi tampang cody ini yang ada ingin rasanya Daisy tabok, sangat menjengkelkan!
Daisy menatap makan malam di depannya, dalam ingatan dia tau menu ini bernama beef stogranoff mashed potato.
Siang kentang malam kentang, Daisy mengeluh dalam hati. Dia sebenarnya ingin makan nasi dengan udang asam manis pedas! Namun saat dia memasukan makanan ke dalam mulut, dia terkejut dengan cita rasanya, rasanya sangat enak...., tapi porsinya kurang banyak.
Menatap diam-diam ke arah Adam, wah wah cara makanya pun elegan dan rapih, menatap cody tersenyum setan kepadanya membuat Daisy emosi dan melotot ke arah Cody, menyebalkan sekali! Tidak tau apa dia hanya sedang mengagumi ciptaan Tuhan.
Kembali menikmati makanan, Daisy melirik ke arah dapur, koki disini benar-benar hebat! Makanan Ini ternyata sangat lezat, berbeda jauh dengan makanan-makanan yang sering dia beli di kehidupan sebelumnya.
Jelas saja! Daisy ingat kalau koki tersebut memang dipilih langsung dari restoran Michelin star, hem horang kaya memang benar-benar beda. Sultan mah bebas! Lagi-lagi jiwa misqueen Daisy meronta.
Adam selesai makan, mengernyit heran melihat Daisy yang makan sangat bersemangat.
Jika sebelumnya, dia tidak akan sudi melihat istrinya itu, tapi kali ini entah mengapa merasa aneh dengan perubahan istrinya.
Dari penampilan yang berubah, wajah halus tanpa riasan tebal, seakan seperti melihat orang lain.
Adam mencibir diam-diam dan mengikuti saja trik yang dimainkan oleh Daisy, mungkin gadis di depannya ini terlalu bersemangat karena dirinya kembali.
Cody memandang ke arah Daisy, mengejek diam-diam, meskipun tanpa riasan tebal dan pakaian kurang bahan tidak akan membuat komandannya tertarik.
Daisy selesai makan, setelah meneguk segelas penuh air putih tanpa sengaja melihat pandangan cody.
"Apa kau lihat-lihat!" Omel Daisy jengkel melihatnya. Wajah Cody ini membuatnya kesal.
"....," penyihir ini, Cody diam-diam melirik komandan.
Adam sedikit terkejut dengan sikap Daisy.
Untung saja Daisy baru makan dan kenyang, kalau lapar dia akan lebih marah kepada Cody!
Adam kembali ke kamar setelah makan malam, dua minggu dia telah bertugas di perbatasan, kembali ke royal court hanya dengan pengawal setianya, Cody.
Sementara beberapa tentara pengawal lainnya masih berada di perbatasan dan lusa baru akan kembali.
Daisy membuka ponsel dan terlihat panggilan tidak terjawab dari kakak pertamanya Kean. Dengan hati-hati Daisy menghubungi Kean.
"Iya kak, ada apa?," tanya Daisy setelah panggilan terhubung
"Apa Komandan sudah kembali? Ponsel pribadinya tidak aktif," ucap Kean dari seberang telepon
Adam memang memiliki dua ponsel, ponsel pribadi dan ponsel khusus untuk pekerjaan militernya, dimana banyak rahasia tugas di dalamnya.
"Iya, sudah kembali kak," jawab Daisy
"Baguslah, aku dan Lean akan kesana besok,"
"Baiklah kak, sampai jumpa besok,"
Daisy penasaran kira-kira apa yang akan mereka mainkan besok, apakah golf? kriket? Ataukah berlayar? haaa, kenapa dia jadi penasaran dengan kehidupan horang kaya.
Setelah panggilan berakhir, Daisy mandi dan bersiap untuk tidur.