Negara Grastisius, merupakan satu-satunya negara vampir yang dipimpin oleh bangsa Grastin lebih dari 1000 tahun yang lalu. Dengan kota 2 Grastisius yang menjadi ibukota sekaligus kerajaan utama di bangsa itu.
Ada beberapa kasta Vampir di Negara Grastisius, yaitu:
1. Vampir Grastin==> Vampir dengan tingkat paling atas, mulai dari kekuatan, kedudukan, dan kekuasaan. Pemimpin para Vampir.
2. Vampir Rogue==> Vampir yang memiliki banyak kemampuan khusus sebagai penjaga keturunan Grastin.
3. Vampir Vetar==> Vampir yang memiliki tugas menjaga keamanan Dunia Vampir.
4. Vampir Erega==> Sebelumnya memiliki kedudukan sama dengan Vampir Grastin. Tapi karena peperangan Vampir Erega menjadi musuh seluruh Kaum Vampir.
5. Dargon/Vampir Half==> Vampir Suci yang seluruh tubuhnya memiliki kekuatan tersendiri. Kerabat Vampir Erega.
°°°°°°
Sebuah benda tajam menembus kulitnya, membuat gadis yang tadinya pingsan itu langsung membuka matanya terkejut. Krystal berteriak spontan ketika melihat wajah asing berada di depan lehernya.
Kelopak mata indah yang awalnya terpejam pun menampilkan mata merahnya yang tajam. Ia menjauhkan kepalanya, membuat setetes cairan berwarna merah menuruni leher Krystal.
"Ka--kamu sia...!!" Gadis itu terperanjat kaget ketika ia mendengar suaranya berubah.
"Suara....suaraku!" pekiknya histeris.
Lozo mengernyitkan keningnya ketika melihat sikap aneh gadis cantik dengan rambut putih itu. Lidahnya keluar untuk membersihkan setetes darah yang berada di bibirnya. Matanya langsung melebar ketika merasakan rasa manis di darah itu,
"Rasa ini..." gumam Lozo.
"Ka--kamu siapa? Ak--aku di mana?" tanya Krystal gugup. Ia belum bisa memahami situasinya saat ini, ini terasa asing untuknya. Dan ini....aneh.
Sudut bibir Lozo tertarik ke atas, lalu ia mendekatkan kepalanya pada wajah Krystal, membuat gadis itu langsung mundur secara reflek.
"Apa kamu baru saja bernegosiasi denganku? Krystal?" tanya Lozo dengan suara berat yang berhasil membuat seluruh bulu kuduk Krystal berdiri.
"Kam--"
Lozo menarik tangan Krystal kasar, membuat gadis itu terpekik kecil, "Aku tuanmu, tidak mungkin karena terpeleset kau jadi amnesia kan, Krystal?"
"Tu--tuan?" tanya Krystal bingung, "lalu...aku siapa?" gumam Krystal lagi.
"Aku siapa?" tanya Lozo mengulangi pertanyaan Krystal.
Krystal menoleh pada Lozo ketika mendengar pertanyaan pria itu. Namun tiba-tiba ia merintih kesakitan di bagian lehernya. Membuat Lozo sedikit terkejut dengan respon aneh gadis itu. Tidak biasanya gadis itu bersikap sampai seaneh ini, itulah yang Lozo pikirkan sekarang.
"AKH! SAKIT!!" pekik Krystal karena rasa sakit itu semakin terasa.
Lozo jengah melihat Krystal, ia yakin gadis itu hanya akting. Atau mungkin dia sedang mencari cara untuk tidak mendapatkan hukuman darinya setelah kabur begitu saja dari kerajaan.
"Aku tidak peduli dengan drama yang kau tunjukkan. Ah, aku lupa. Keluargamu memang selalu dipenuhi dengan drama kan? Tapi sayang, aku tidak membutuhkannya," sindir Lozo.
Tapi memang pada kenyataannya Krystal sama sekali tidak paham dengan apa yang pria asing itu katakan. Ia hanya terus merintih sembari mengusap lehernya, berharap rasa sakit itu akan sedikit berkurang.
Lozo terlihat jengah dengan tingkah gadis itu, ia segera menarik leher Krystal kasar, "Akh!" pekik Krystal kecil.
Gigi taring Lozo terlihat, mata tajamnya terlihat fokus pada leher putih itu, lalu secara perlahan ia mendekatkan kepalanya ke dua titik bekas gigitannya tadi dengan kedua matanya yang mulai terpejam, dan...
"AKHHH!!!!"
.
.
.
Sudah satu Minggu Krystal tidak sadar, dan tentu saja itu berhasil membuat Lozo bingung. Karena biasanya hanya butuh waktu satu malam untuk Krystal bangun setelah gigitan terbanyaknya, tapi kali ini hanya dengan satu gigitan saja gadis itu belum juga sadar setelah tujuh hari berlalu. Berbagai dokter sudah Lozo kirimkan untuk mengecek kondisi Krystal, karena ia tidak ingin kecolongan dengan akting baru wanita itu. Tapi, semua dokter mengatakan kalau kondisinya tidak sedang baik-baik saja, tapi itu juga bukan berarti hal buruk.
Sekarang Lozo masih duduk di atas kursi yang ia disediakan di samping tempat tidurnya. Ia menatap wajah teduh Krystal yang masih belum menunjukkan tanda-tanda kesadarannya. Kelopak mata dengan bulu mata lentik itu masih terpejam sempurna, terlihat sangat menenangkan untuk dilihat dengan wajah cantik putih pucatnya itu.
Lozo berdecak kecil, "Kapan kau akan sadar?" tanya Lozo pada gadis itu. Walaupun kesannya ia seperti tengah berbicara sendiri, karena Krystal juga tidak bisamendengar ucapannya.
Lozo mendekatkan tubuhnya pada tubuh bagian atas Krystal. Tangannya terangkat untuk menyibak helaian panjang gadis itu. Ia mengusap kecil bekas gigitannya yang berada di leher sisi kanannya. Dan itu membuatnya kembali mengingat rasa yang sangat candu itu.
"Kenapa darahmu rasanya berbeda?" tanya Lozo dengan suara berat. Ia menatap wajah cantik Krystal, mengusapnya kecil. Jujur, ia tidak pernah seiba ini dengan gadis itu. Bahkan selama ini ia tidak pernah mau menyentuh gadis itu jika bukan karena ingin meneguk darahnya. Namun, kenapa sekarang berbeda?
"Apa darahmu sudah terkontaminasi sesuatu? Kenapa aku jadi selalu ingin berada di dekatmu?" tanya Lozo lagi, namun gadis berwajah cantik itu tetap tak kunjung membuka matanya.
"Dan lagi..."
"Ka--kamu siapa? Ak--aku di mana?" Lozo kembali teringat dengan pertanyaan aneh yang keluar dari mulut gadis itu.
"Apa kepalamu terbentur? Kenapa kau bisa menjadi seaneh ini? Apa itu semua hanya akting? Bangunlah, dan jelaskan semuanya kepadaku!" ujar Lozo sembari mencengkram kuat rahang bawah Krystal. Ia segera melepaskan cengkramannya kala mengingat jika gadis itu sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja sekarang.
Ia kembali duduk di tempat duduknya, dan menatap menyeluruh dari ujung kepala sampai ujung kaki Krystal yang terlihat putih dan pucat. Lozo menarik tangan Krystal, ini adalah kali pertamanya menggenggam tangan gadis itu. Ia tidak menyangka tubuh kecil itu bisa mengeluarkan hawa dingin sampai seperti ini. Dia pasti tengah menahan rasa sakitnya.
"Entahlah, tapi ini keinginanku untuk saat ini. Aku sangat ingin melihat mata birumu, cepatlah sadar!" ujar Lozo meminta. Nada suaranya terdengar seperti anak kecil yang meminta permen dari ibunya, walaupun suaranya tetaplah suara berat khas laki-laki dewasa.
Lozo menoleh ketika terdengar suara ketukan yang berasal dari pintu kamar itu, "Masuk!" ujarnya sedikit keras.
Seorang dokter masuk, itu merupakan dokter berbeda dari yang kemarin. Ya, Lozo sengaja mencari dokter di pelosok negeri, ia benar-benar ingin Krystal sadar, entah apa yang terjadi, tapi hatinya tidak tenang jika melihat gadis itu terus memejamkan matanya.
Beberapa pelayan juga ikut masuk membawakan obat yang dibawa oleh dokter itu.
"Pangeran, biarkan aku mengecek keadaannya," ujar dokter itu sembari membungkuk sopan.
Lozo menatap Krystal, ia mengeratkan genggaman tangannya, ia masih enggan untuk melepaskan tangan dingin itu. Lozo menghela napas rendah, lalu ia melepaskan tangan Krystal, dan mundur. Membiarkan dokter mengecek kondisi gadis itu.
Gearl Rogue, nama dokter itu. Ia merupakan salah satu dokter terbaik yang sering menyembuhkan para Vampir Vetar yang dalam keadaan membutuhkan. Dokter Gearl mengecek keseluruhan keadaan Krystal, dari suhu hingga tenaga yang gadis itu keluarkan. Lalu setelahnya ia menyuruh pelayan untuk membuat Krystal meminum obat-obatan buatannya.
"Bagaimana keadaannya?" tanya Lozo, karena sudah lebih dari lima belas menit dokter itu mengecek Krystal.
Dokter Gearl tersenyum, lalu menoleh pada Lozo, "Keadannya sudah cukup membaik. Mungkin beberapa waktu lagi ia akan bangun...."
"Uhuk!" Ucapan dokter Gearl terpotong karena tiba-tiba Krystal membuka mata dan langsung batuk.
"Krystal!" Lozo melangkah mendekati gadis itu, ia menggenggam tangan gadis itu erat.
Dokter Gearl sedikit terkejut melihat tindakan pangeran bangsa vampir yang terlihat senang dengan kesadaran dari gadis kecil itu. Namun perlahan senyumannya hilang diganti dengan kerutan di kening ketika melihat aura aneh yang terhubung dari keduanya.
"Apa mungkin..." gumam Dokter Gearl lirih.
Namun tiba-tiba tubuh Krystal kembali tenang dan matanya kembali terpejam, "Dokter! Kenapa dia tidur lagi?!" tanya Lozo dengan wajah cemas. Itu adalah sebuah insting. Lozo tidak pernah se-khawatir ini kepada seseorang, bahkan para pelayan pun juga terkejut melihatnya.
Dokter Gearl tersenyum tipis, "Sudah ku bilang, dia akan sadar penuh dalam beberapa waktu ke depan. Itu adalah efek dari obatnya, kau tunggu saja," ujar Dokter Gearl menjelaskan.
Lozo menghembuskan napas lega setelah mendengar ucapan Dokter Gearl. Ia menarik selimut untuk menutupi tubuh dingin Krystal.
"Pangeran, bolehkah saya bertanya?" Lozo menoleh pada Dokter Gearl, "Silahkan," balas Lozo sopan.
"Apakah..." Dokter Gearl menjeda ucapannya, ia menatap Krystal lekat, "Apa dia gadis yang sama dengan yang saya temua dua tahun yang lalu?"
Lozo mengernyit. Apa maksud pertanyaannya ini?
"Bagaimana maksud pertanyaan anda, Dokter? Tentu saja dia gadis itu, Krystal Erega, anak dari penghianat Dasgan Erega dan Liana Erega," ujar Lozo sedikit menekankan. Ia tidak suka dengan pertanyaan yang diberikan oleh dokter itu.
Dokter Gearl tersenyum lembut, "Saya hanya bertanya Pangeran, mohon anda jangan marah,"
Lozo mendengus, "Aku tidak marah. Cepatlah pergi, jika semuanya sudah selesai!"
Ia mengabaikan Dokter Gearl, dan langsung keluar begitu saja dari kamar itu. Sedangkan Dokter Gearl hanya tersenyum melihat kepergian pangerannya itu.
"Maafkan Yang Mulia Pangeran dokter. Beberapa hari ini emosinya sedang tidak stabil," ujar seorang maid.
Dokter Gearl masih tersenyum penuh arti, "Biarkan. Anak muda pasti akan seperti itu jika terjadi sesuatu dengan barang kesayangannya,"
.
.
.
Perlahan kedua kelopak mata Krystal terbuka. Reflek ia menyentuh kepalanya yang berdenyut nyeri.
"Akhirnya setelah menyusahkanku selama seminggu kau bangun juga Erega?!" Krystal menoleh terkejut pada sumber suara itu. Ia menelan ludahnya kaku ketika melihat wajah menyeramkan di sisi ranjangnya.
"Ka--kamu..."
"Lozo Grastin. Tidak mungkin kau lupa lagi kan?" ujar Lozo cepat, seolah tahu dengan apa yang akan Krystal tanyakan kepadanya.
Krystal reflek menggigit bibir bawahnya takut, Lozo benar-benar terlihat menyeramkan di matanya, m ata merah tajam, garis rahang tegas, dan lihatlah raut wajah menyeramkan yang pria itu tunjukan!
Namun, Lozo malah tersenyum dengan tingkah gadis itu, itu terlihat menggemaskan di matanya. Lozo berdiri, ia sengaja mendekatkan kepalanya, dan...
Cup!
Kedua mata Krystal membelalak sempurna ketika merasakan benda kenyal itu menempel di bibirnya selama beberapa detik, lalu Lozo menggigit pelan bibir bawah Krystal seolah sedang menghentikan kegiatan gadis itu.
Lozo menjauhkan dirinya, ia tersenyum miring dengan respon Krystal. Namun Lozo langsung tersadar ketika mata gadis itu menatapnya. Sial! Ini ciuman pertamanya! Lozo memaki dirinya sendiri di dalam hati.
Tiba-tiba Lozo merasa gugup, ia berdehem beberapa kali untuk menetralkan suasana. Ia melirik Krystal yang masih menatapnya dengan tatapan polos.
"Kenapa kau menatapku?" tanya Lozo sewot. Dan Krystal hanya menggelengkan kepala dengan pipinya yang sudah semerah darah.
"Oh ya!" Lozo mengingat sesuatu yang jauh lebih penting dari semua ini, "apa kau tidak ingin menjelaskan tentang kejadian seminggu yang lalu, Krystal?" tanya Lozo mengalihkan pembicaraan.
Krystal tersentak. Ia kembali mengingat kejadian satu Minggu yang lalu. Ketika ia yang baru saja berusia 20 tahun sebagai kucing, lalu mati karena tak sengaja memakan ayam beracun, lalu tiba-tiba berada di istana ini dengan tubuh asing yang ditempati jiwanya. Lalu, Krystal? Itu pasti nama gadis yang memiliki tubuh sama dengan tubuh yang ia tempati ini. Apa ia tengah melakukan time travel? Ia pernah mendengarnya dulu dari majikan lamanya. Tapi itu benar-benar hal mustahil di dunia ini. Apa mungkin....
"Akan ada satu binatang beruntung yang akan berubah menjadi vampir di dunia ini," Itu kalimat yang diucapkan oleh mantan tuannya dulu. Apakah binatang yang dimaksud itu...dirinya?
"Apa secara tiba-tiba mulutmu juga menjadi bisu?" Pertanyaan Lozo berhasil menyadarkan Krystal dari lamunannya.
"Ak--aku..." Krystal tidak tahu harus mengatakan apa, karena ia benar-benar tidak tahu harus menjelaskan apa. Tapi ia juga tidak bisa diam saja,
"Aku bukan Krystal," ujar gadis itu.
Lozo tertawa meremehkan, "Apa yang kamu maksud gadis kecil?"
"Dulu aku seekor kucing. Usiaku berbeda dari kucing pada umumnya, aku sudah berusia 20 tahun. Aku tidak sengaja makan ayam beracun, terus...."
"Terus? Bagaimana kau bisa begitu mahir mendongeng? Apa kau bermimpi panjang ketika tidur selama satu Minggu?" sindir Lozo.
"Aku tahu kau tidak akan percaya," gumam Krystal lemah, tapi Lozo masih dapat mendengarnya.
Lozo memperhatikan raut wajah Krystal. Wajah gadis itu seolah mengatakan jika ucapannya adalah kebenaran, tapi kenapa bisa seaneh itu?
"Sungguh, kau benar-benar memiliki akting sebagus keluargamu," cibir Lozo.
"Istirahatlah pagi ini, karena nanti malam...." Lozo mendekatkan kepalanya lagi, membuat Krystal reflek mundur, "aku nggak akan berbaik hati lagi padamu," lanjutnya, lalu pria itu melangkah pergi dari sana meninggalkan Krystal.
Krystal menenggelamkan kepalanya di bawah selimut. Kepalanya masih pusing, tubuhnya juga lemas. Ia tidak tahu apa yang terjadi padanya, dan ia juga tidak tahu bagaimana ia bisa terjebak di istana ini bersama pria menyeramkan itu, benar-benar membingungkan.
"Sebenarnya apa yang sudah terjadi?" tanya Krystal pening.
Tok! Tok! Tok!
Suara ketukan pintu membuat Krystal terperanjat. Ia keluar dari selimutnya,
"Iya masuk!" teriak Krystal membalas ketukan pintu itu.
Seorang pria berperawakan tinggi, walaupun masih tinggi Lozo. Namun memiliki mata merah terang yang sama seperti Lozo muncul dari balik pintu.
"Hai, Princess!" sapa pria itu.
Krystal menatapnya kaku, apa pria itu juga tuannya seperti Lozo? Pertanyaan itu muncul di kepala Krystal, tapi sepertinya penampilan pria itu sedikit berbeda dari Lozo.
"Kamu...siapa?" tanya Krystal dengan wajah bingung dan takutnya.
Pria itu tertawa kecil dengan pertanyaan Krystal. Ia juga cukup terkejut karena tidak ada benda melayang ke arahnya seperti biasanya. Apa benar kata para maid, kalau Krystal terlah berubah?
Pria itu adalah Onsky, sahabat Lozo dari bangsa Vampir Rogue, "Apa kau melupakan aku princess?" tanya Onsky.
Krystal tidak tahu harus bertanya apalagi, karena sebenarnya banyak yang ingin ia tanyakan. Tapi, ia tidak memiliki keberanian untuk itu.
"Sepe--sepertinya kepalaku membentur sesuatu, jadi aku melupakan semua yang terjadi selama ini," ujar Krystal berbohong. Karena respon pria itu pasti akan sama seperti Lozo.
"Ah, begitu. Saya Onsky Rogue, bisa dibilang kalau saya adalah satu-satunya sahabat Lozo, tuan anda, Princess" ujar Onsky dengan suara santai.
Sepertinya pria itu tidak berbahaya, pikir Krystal. Perlahan pandangannya naik mengamati pria bernama Onsky itu.
"Oh ya. Lozo menyuruhku untuk mengajakmu jalan-jalan, kau baru sembuh. Jadi akan lebih baik jika kau jalan-jalan untuk kesembuhanmu," ujar Onsky berbohong. Karena bukan itu yang Lozo ucapkan tadi, melainkan,
"Bawa Krystal jalan-jalan, sepertinya otaknya miring gara-gara kelamaan tidur. Dia harus kembali fit sampai nanti malam, dan aku akan menghabisinya,"
"Gimana Princess?" tanya Onsky lagi.
.
.
.