Wajah Nana yang tadinya terlihat ceria langsung berubah suram saat matanya tanpa sengaja melihat dua orang berbeda kelamin yang berada di dalam restoran itu. Tangannya mengepal untuk menahan kemarahannya.
Sedangkan di tempat yang tidak jauh berbeda, seorang pria juga menatap ke arah orang yang sama dengan yang saat ini ditatap oleh Nana. Bedanya, pria itu menatap mereka dengan tatapan yang sangat sulit dijelaskan, bibirnya tersenyum miring. Sampai ia terkejut ketika melihat gadis yang sangat ia kenal berjalan melewatinya.
Dia Nana.
Darrel langsung melangkah mendahului Nana, ia mencegat Nana tepat saat Nana akan naik ke tangga yang akan membawanya masuk ke dalam restoran. Nana cukup terkejut dengan kehadiran sosok yang sangat dikenalnya itu.
"Kenapa Lo ngalangin gue?!" tanya Nana berusaha sabar.
Seketika pikiran Darrel kosong, mulutnya kelu. Ia hanya berusaha menahan gadis di depannya ini agar tidak patah hati karena dua orang parasit di dalam sana.
"Gu..gue..,"
"Minggir!" ucap Nana galak.
"Gue suka sama Lo!" ucap Darrel spontan,
Beberapa saat Nana diam sambil mencerna ucapan Darrel. Tapi Nana tidak akan terpengaruh dengannya, ia tahu kalau Darrel pasti sedang menutupi aksi b***t kakaknya itu.
"Omong kosong. Minggir!" Nana berusaha mendorong Darrel, tapi pria itu sama sekali tidak bergerak,
"Darrel!!! Minggir!!" teriak Nana sambil memejamkan matanya, tak bisa menahan apa yang saat ia rasakan di dadanya. Tanpa sadar Nana mengeluarkan air mata, dan hal itu berhasil membuat Darrel terkejut dibuatnya.
"KENAPA?! LO MAU NUTUPIN KESALAHAN KAKAK LO, HAH?!" teriak Nana dengan deraian air mata.
Dan teriakan Nana itu berhasil membuat mereka menjadi pusat perhatian di sana. Darrel menghela napas pasrah,
"Na..."
Nana mengangkat kepalanya,
"Oke kalau Lo suka sama gue!" Nana menggandeng tangan Darrel masuk ke dalam restoran itu, membuat Darrel cukup terkejut dengan apa yang dilakukan gadis itu.
Nana langsung berjalan cepat mendekati sebuah meja yang ditempati dua pasutri di tengah ruangan. Sedangkan Darrel hanya pasrah saja, ia tidak tahu jalan pikiran gadis yang saat ini menggandeng tangannya.
Nana berhenti membelakangi si pria, begitupun si wanita yang sekarang sedang fokus dengan sebuah cincin di jari manisnya itu. Sekilas Nana menoleh pada Darrel, lalu ia kembali melangkahkan kakinya sambil berusaha meneguhkan hati dan menahan air matanya.
Dengan tangan bergetar, Nana melepaskan tangan Darrel.
"Wahh..."