Brukkk!!
"Akhhhh Tidak!!" Teriak Diana histeris saat mobil yang dia kendarai terjun bebas ke sebuah jurang
Sebuah mobil menambrak papan pembatas dan terjun bebas ke sebuah danau yang terletak di bawahnya
....
BEBERAPA HARI SEBELUM KEJADIAN
Di dalam rumah yang megah dan mewah seorang wanita tengah sibuk masak di dapur.Wajah cantiknya yang tadinya putih mulus sekarang menjadi kusam karena terkena asap makanan.
"Astaga ini sudah hampir waktunya makan siang,aku harus pergi ke kantor mas Bima untuk mengantarkan bekal ini" Ucap Diana seraya memasukan makanan ke dalam tepak bekal untuk suaminya
"Aku harus pergi ke sana sekarang,sebelum macet di jalan" Dengan penampilan yang masih lusuh dan berantakan Diana langsung pergi ke kantor tempat kerja Bima dengan mengendarai mobilnya.
Diana seorang wanita tengah penampilan polos ini sudah menjalani rumah tangga bersama Bima selama 5 tahun.Sejujurnya pernikahan ke dua nya terjadi karena perjodohan dari kedua orang tua mereka yang memang lah saling mengenal.
Meskipun awal nya tidak ada rasa cinta tetapi, sekarang Diana sudah mulai bisa membuka hati nya untuk Bima dan sekarang Diana berharap agar pernikahannya dengan Bima bisa tertahan lama sampai mereka tua nanti.
"Karena sedari tadi aku sibuk membersihkan rumah sehingga aku lupa belum mandi.Apakah tidak apa apa jika aku datang menemui suamiku dengan penampilan yang lusuh seperti ini?"
Sebelum masuk ke dalam kantor Diana terlebih dahulu melihat wajahnya di spion mobil dan Diana juga merasa kalau wajahnya jadi kelihatan kusam dan lusuh karena semenjak menikah dengan Bima,Diana sudah jarang perawatan karena dia tidak mau di bilang sebagai istri yang boros dengan uang suami.
Meskipun padahal Diana sendiri adalah anak tunggal dari keluarga yang kaya dan Diana juga memiliki 50 persen saham di perusahaan milik keluarga yang merupakan perusahaan terbesar.
Diana juga sebenarnya lebih kaya di bandingkan dengan Bima karena keluarga Diana adalah pemilik dari perusahaan tekstil yang bahkan memilki banyak cabang termasuk tempat kerja Bima yang merupakan salah satu cabang dari perusahaan milik keluarga Diana.
"Untuk apa aku memperhatikan penampilanku ini meskipun aku terlihat berantakan pun pasti mas Bima juga tidak akan memperdulikannya"
Saat Diana akan masuk ke dalam ruang kerja Bima tiba tiba saja sang sekretaris Bima mencoba untuk menghentikan Diana.
"Maaf anda ini siapa ya? Selain orang yang berkepentingan tidak ada siapa pun yang boleh asal masuk ke dalam ruang kerja milik Bos Bima" Ucap sekretaris tersebut
"Saya istrinya mas Bima" sahut Diana
Mendengar ucapan dari Diana sekretaris tersebut pun memperhatikan Diana dari bawah sampai atas dengan ekspresi yang meragukan kalau Diana adalah istri dari bos nya tersebut.
"Benarkah kamu ini istrinya bos Bima? Tetapi dari penampilan ku saja terlihat seperti asisten rumah tangga dengan pakaian yang penuh noda saus" sindir sekretaris itu tanpa tahu kalau Diana merupakan seorang ratu di perusahaan karena memiliki setengah dari saham yang ada.
"Berani sekali kamu mengatakan hal itu! Aku ini adalah istri Bima bos mu kalau aku adukan hal ini kepada mas Bima maka kamu akan segera di pecat!" gertak Diana tegas karena diri nya juga tidak mau di permalukan
"A-apakah kamu ini adalah nona Diana Putri tunggal dari pemilik perusahaan tekstil ini?" Sekretaris itu pun, tidak lupa dengan gaya bicara Diana tetapi entah mengapa menurut nya penampilan Diana yang sekarang sudah beda jauh dengan Diana yang dulu.
"Sekarang jangan kamu halangi jalanku!" ucap Diana
Di saat Diana akan masuk ke dalam ruang kerja Bima lagi lagi sekretaris itu menghentikan Diana.
"Ada apa lagi sih?"
"Maaf nona Diana tetapi, tadi bos Bima bilang tidak ada siapa pun yang boleh masuk ke dalam"
"Aku itu istrinya!, kenapa aku juga tidak boleh masuk sih"
Diana pun langsung masuk ke dalam ruang kerja Bima.
"Dasar sialan bukankah, sudah aku katakan untuk jangan masuk ke dalam sini!" getak Bima tetapi saat melihat kalau istri nya yang masuk Bima pun langsung berkejut
"Mas Bima ini aku bawa kan makan siang untuk kamu,loh kok ada Nita juga di sini?"
Diana,pun heran saat melihat Nita sahabat nya yang juga seorang karyawan berada di ruang kerja suaminya apa lagi,tadi Diana melihat kalau Nita duduk di bangkuan Bima.
"Di-Diana aku hanya ingin menyerahkan hasil kerjaku saja kok" sahut Nita yang salah tingkah dan khawatir kalau Diana tadi melihatnya di bangkuan Bima.
"Benar Nita hanya menyerahkan hasil kerja yang aku berikan!" ucap Dimas
"Oh begitu ya sudah, kok ekspresi kalian jadi tegang begitu sih kaya maling yang habis kepergok warga saja" Diana pun tidak ingin mempersalahkan hal yang tadi dia lihat
"Mas eh mak-maksud ku Bos Bima aku keluar dulu ya.Diana,aku pergi ya" Nita pun langsung pergi meninggalkan Bima dan Diana
"Sayang kenapa sih kamu datang ke sini tidak bilang aku dulu." ucap Bima
"Aku hanya ingin memberi kejutan saja untuk kamu hehehe"
"Untung saja,Diana tidak berpikir macam macam tentang Nita dan aku" batin Bima
Bima,lalu melihat pakaian yang di pakai oleh Diana yang terlihat sangat lusuh dan kotor bahkan Diana sama sekali tidak mencerminkan anak dari keluarga kaya dengan penampilan menyedihkan seperti ini.
"Diana, apakah kamu tidak malu pergi ke luar dengan pakaian seperti itu?" tanya Bima
"Malu kenapa? aku, biasa saja kok" Sahut Diana yang tidak terlalu mempermasalahkan ucapan Bima
"Ayolah sayang, seharusnya kalau keluar kamu pakailah baju-baju yang bagus.Jangan yang seperti ini, bisa-bisa orang akan mengira kalau kamu ini seorang asisten rumah tangga.Dan kenapa kamu tidak pergi perawatan saja ke salon agar kamu terlihat cantik lagi seperti dulu karena sekarang penampilan mu benar benar menyedihkan" Tanpa sadar saat ini Bima tengah menyindir Diana secara terang-terangan.
Mendengar ucapan seperti itu dari suaminya sendiri,membuat Diana jadi sakit hati apa lagi Bima juga menyebut nya mirip asisten rumah tangga.
"Untuk apa aku perawatan yang hanya menghabiskan uang bukankah,kamu mencintaiku apa adanya?"
"Huft,terserah kamu saja deh..aku juga sudah bosan melihat penampilanmu yang sekarang ini lain kali kamu tidak perlu datang ke tempat kerjaku yang ada,aku jadi malu karena pasti orang orang akan berpikir kalau aku tidak bisa merawat istriku sendiri" ucap Bima yang padahal tempat kerja nya sekarang juga adalah milik Diana
"Sayang,kok kamu bicara seperti itu sih kantormu inikan juga merupakan cabang dari perusahaan milik keluargaku tetapi, kamu malahan bicara seakan mengusirku" sahut Diana
"Oh jadi begitu ya sekarang kamu ingin membuktikan kalau kamu ini adalah orang kaya dan aku hanya lah bawahanmu saja? Kamu ini tidak sopan sekali Diana aku ini suami kamu bukan kah kamu bilang kalau milik mu adalah milikku juga?!" bentak Bima
"Aku tidak bermaksud seperti itu,aku juga tidak suka saat kamu bicara hal seperti itu tentang penampilanku ini.Aku jadi lusuh dan kotor seperti inikan, juga karena membersihkan rumah bukannya kamu yang bilang sendiri kalau kamu tidak mau kalau kita memiliki pembantu?"
"Aku memang tidak ingin memiliki pembantu di rumah karena, pasti akan keluar biaya apa lagi dengan penghasilanku yang tidak seberapa.Kamunya saja yang bodoh karena, tidak mau menggunakan uang yang di berikan oleh ayahmu itu! kalau saja kamu mau menggunakan uang itu dan menjual saham yang kamu miliki kita pasti bisa memiliki puluhan pembantu dan kamu juga bisa perawatan seperti wanita pada umum nya" ucap Bima
"Tega sekali kamu mengatakan kalau aku ini bodoh! Aku hanya ingin mandiri saja apakah itu salah?" air mata Diana pun tumpah saat mendapat bentakan dari Bima
"Kalau kamu memang tidak menginginkan uang dan sahammu itu maka berikan saja semuanya padaku!" bentak Bima seraya berjalan untuk keluar dari ruangan kerja nya .
"Mas Bima mau kemana kamu? jangan pergi begitu saja, aku di sini membawa kan masakan ke sukaan mu" Diana berlari mengejar Bima
"Aku tidak butuh makananmu ini,Lagi pula kamu juga tidak menghargai suamiku ini" Bima langsung menjatuhkan makanan yang Diana berikan hingga tumpah di lantai.
Diana hanya bisa menatap suaminya yang sudah keluar dan meninggalkan nya sendirian di ruang kerja.
"Kenapa akhir-akhir ini mas Bima jadi bersikap kasar padaku dan setiap marah mas Bima selalu saja,ngatakan uang dan saham milik ku" Diana hanya bisa hanyut dalam ke sedihan
***Thank you***