Tiga hari berlalu seusai penyiksaan yang Pustin dapatkan. Lelaki itu mendapatkan jatah kamar di sel nomor lima. Dia tinggal bersama Jack, Martin dan Daren. Di tempat di mana dulu Felix hidup selama di Abodie In Hell. Sementara Braden, dia sudah dieksekusi kemarin pagi oleh eksekutor lainnya yang bahkan Pustin sendiri tidak tahu siapa eksekutor pengganti dirinya itu.
Seisi kamar sel nomor lima tidak ada yang menyangka kalau Braden malah menjadi orang yang pertama dieksekusi di antara mereka berempat. Padahal jika merunut ke urutan siapa yang lebih dulu tinggal di Abodie In Hell, Braden adalah orang terakhir.
"Aku harap, kau tidak menangis dan bersedih terlalu lama, Sayang," gumam Pustin sambil menatap ke arah dinding.
Jack mendekati Pustin, dia melihat luka-luka di tubuh Pustin mulai men