Keesokan harinya.
Pagi-pagi sekali sebelum dieksekusi, Pustin sudah lebih dulu mandi. Dia ingin merasakan mandi untuk yang terakhir. Semua narapidana kaget ketika mendengar kabar bahwa Pustin dieksekusi hari ini. Karena itulah mereka tahu, alasan kemarin Pustin mau bermain sepak bola. Mungkin saja Pustin memang ingin melakukannya untuk yang terakhir.
Teman-teman satu kamar Pustin memeluknya silih berganti. Mereka sedih mengetahui Pustin yang baik itu akan dieksekusi sebentar lagi.
"Jangan sedih, aku tidak apa-apa." Pustin bergantian menepuk bahu mereka hanya untuk sekadar menguatkan saja.
Joe bersama dua orang sipir lainnya datang menjemput Pustin. Mereka membawa Pustin ke Konstantin Field. Tempat yang dulunya sering Pustin masuki saat dia masih menjadi sipir dan sebagai eksekutor.
Pu