Dalam keadaan tubuh yang lemas Edo baru tersadar dan terkejut bahwa dirinya berada di dalam ruangan khusus yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
"Berada di mana aku sekarang?" batin Edo, dia beranjak dari tempat tidur kali ini.
Melihat seisi ruangan yang hanya cukup satu orang saja, di setiap sisi ruangan hanya nampak putih, tidak ada hal apapun selain tempat tidurnya yang sudah di siap baginya. Namun ada sebuah dinding transparan yang nampak bagian luar ruangan di sana.
"Selamat datang," ucap seseorang di balik dinding tersebut. Nampak seorang pria paruh baya berpakaian formal serba hitam menghampirinya berbicara ke arahnya. Edo mengerutkan dahinya dan mencoba mendekati orang tersebut, meski di batasi oleh dinding tembus pandang di hadapannya kali ini.
Bagi Edo orang yang menyapan