Baru pertama ini prof. Lee mendapati Indra dengan nada suara meminta tolong kepadanya, seolah-olah anak remaja yang bernama Ricky itu sangat berarti dalam hidupnya.
"Baiklah, Indra. Tapi, aku tidak bisa menjamin 100% kalau mesin waktu itu berhasil dikerjakan dalam waktu singkat," ungkap Profesor itu.
"Apakah anda perlu bantuan? Saya siap membantu anda." Indra menawarkan dirinya meski dia tahu bahwa keahliannya bukan di bidang sains.
Mendengar ucapan dari seorang kapten yang langsung keluar dari mulutnya, sedikit membuat Prof. Lee tertawa dan tersenyum di balik smartphone itu.
"Ada yang lucu, Prof?" tanya Indra sembari mengangkat sebelah alisnya ketika terdengar tawa kecil dari Profesor Lee.
"Yaa, kau lucu sekali. Aku bisa memahami perasaanmu saat ini dan aku memang perlu bantuan, tapi