Malam ini Tim Demon Hunter memilih untuk tak bermalam di bekas desa manapun. Berbaring di bawah langit yang cerah berbintang menjadi pilihan mereka. Raph seperti biasa, memilih bertengger santai di dahan pohon sambil memantau keadaan sekitar, sementara Valrey, Sargon, dan Lucy segera beristirahat.
“Tanah di sini kering sekali, pasti sudah lama tak hujan di daerah sini.” Sargon mengambil segenggam tanah kering dan menaburkannya.
“Apa yang kau lakukan?” Lucy dengan cepat sudahdalam posisi dudukdan menatap Sargon dengan dahi berkerut.
Sargon menggeleng dan mengangkat bahu, ia tak paham maksud Lucy.
Setelahnya giliran Valrey yang bangun, mereka semua segera berdiri dan Raph turun dari pohon. Mereka semua merasakan ada sesuatu yang bergerak sangat cepat dan semakin mendekat.
“Jangan bilang