Valrey melangkah menyamping secara perlahan, matanya yang tajam dan terfokus penuh pada Tahoi yang juga mengikuti gerakannya. Jika Valrey sudah dalam posisi sia[p bertarung, Tahoi justru sangat santai dan raut wajahnya datar, taka da emosi di sana yang bisa Valrey tangkap.Tangan pemimpin Suku Pedalaman itu berada di belakang punggungnya. Namun valrey tak mau terkecoh, bisa saja ia menyembunyikan senjata di belakang punggungnya.
“Kita berada di pihak yang sama, Val.” Suara berat yang dingin itu memecah kesunyian di dalam goa.
“Tak perlu sok akrab denganku, penghianat!” geram Valrey.
Tahoi berhenti, di susul Valrey tapi masih dengan kuda-kuda yang sama. Valrey heran melihat Tahoi yang semakin melunak dan mengangkat kedua tangannya di udara, seperti kode untuk menyerah.
“Kau bahkan belum