“Panggil Ayah ke sini!” hardik Tiavolo yang sudah kewalahan menahan serangan pasukan iblis.
Meski jumlah mereka seimbang tapi Suku Pedalaman tetap kewalahan menghadapi pasukan iblis. Mereka harus menyerang secara berkelompok. Bantuan yang datang dari Suku Pedalaman bagian utara bisa dikatakan tak terlalu membantu. Merekahanyalah pecahan dari Suku Pedalaman inti yang memilih membangun lokasi tinggal baru di bagian utara hutan dulu.
Tiavolo semakin geram karena justru Yoshi yang keluar dan segera bergabung ke pertempuran dengan dua pedang andalannya.
“Kau boleh juga, manusia!” Tiavolo mengakui kemampuan bertempur Yoshi hanya dengan dua bilah pedang.
Yoshi tak merespon, jelas sesuatu di dalam sana mengganggunya. Namun mau tak mau ia harus tetap terjun ke pertempuran. Meski tak terlalu dek