“Giliran kau yang mendapat kejutan, bukan?” Murdoc yang setiap hembusan napasnya mengeluarkan asap panas menyeringai menatap ‘mangsa’ yang sedang ia genggang di tangan kirinya.
Hanya erangan putus asa yang keuar dari mulut Hoya karena cengkraman Murdoc yang kian erat. Di belakang Murdoc, Hoyi tampak diam tak berani menatap Hoya yang sekarang menatapnya marah. Klan iblis tak memiliki ‘kekecewaan’ dalam hidup mereka. Semua perasaan akan dialihkan pada kemarahan, kekejaman, dan p*********n secara fisik.
Tanpa memeberikan ucapan selamat tinggal, Jendra Murdoc mengeluarkan api dari telapak tangannya yang langsung menyambar ke leher Hoya. Hanya dengan itu Hoya sudah hampir kehilangan kesadaran karena tak tahan akan panasnya api hitam yang sekarang mulai menyelinap ke setiap pembuluh darahnya.