Di detik terakhir, Trichtran membuat kesepakatan dengan Alxonoa.
“Berjanjilah, berjanjilah jika kau tak ingin kutukan ini menyertai hidupmu dan klanmu,” tutup Alxonoa.
“Kembalikan pasukanku.” Ucapan Trichtran membaut langkah Alxonoa berhenti, ia memutar badan dan menatap angkuh pada Raja Ibis yang baru saja ia permainkan.
Senyum sinis tersungging. “Mereka berharga bagimu?” tanya Al, dia berkacak pinggang dan menggeleng.
“Mereka pasukanku!” Trichtran mulai terpancing emosi.
“Naga langit takkan pernah memuntahkan isi perutnya. Ingat itu!”
Alxonoa meninggalkan arena pertarungan, meninggalkan Trichtran yang beridiri seorsng diri di tengah amparan padang gurun gersang itu. Tak ada yang bisa menebak apa yang sedang Trichtran pikirkan, atau apa yang akan ia rencanakan.
Alxonoa melambaikan