Landra tiba di sekolah bersama dengan anggota inti STONE. Matanya berpendar saat menyadari jika murid-murid disana sudah mulai sepi. Wajar saja karena bel sudah berbunyi sejak beberapa menit lalu.
“Ini beneran udah masuk, ya? Cepet banget kayaknya.” Riel menceletuk seraya menyugar rambutnya yang sedikit berantakan.
Rio berdeham karena tidak ada yang menjawab pertanyaan dari Riel. Sementara Landra, pemuda itu menatap Rio dengan pandangan yang sulit diartikan. Sejak pertemuannya dengan Rio kala itu, Landra jadi sedikit waspada dengan sahabatnya itu.
“Ngapain lo lihat Rio segitunya?” tanya Ardo, merasa aneh dengan cara pandang Landra.
“Gak.” Kepala Landra menggeleng kemudian melenggang terlebih dahulu.
Kali ini jam pelajaran Pak Budi, sudah pasti mereka berlima akan dihukum karena terla