Merasa diajak berbicara, Satya langsung mengalihkan pandangannya ke arah yang ditunjuk oleh Elgara. Pemuda yang suka cengar-cengir itu membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.
“Itu? Kenapa bisa?” Satya benar-benar tak dapat berkata-kata lagi.
Elgara dengan inisiatif mengeluarkan ponselnya dan mengabadikan momen tersebut. Satya yang masih dalam mode terkejut tentu saja bingung.
“Ngapain lo ngefoto cowok? Belok lo?” tanya Satya.
“Buat bukti,” jawab Elgara seadanya.
Satya yang dalam mode lambat tentu saja manggut-manggut meskipun banyak pertanyaan yang bersemayam di otak gantengnya.
“Udah deh, kita buruan ke lantai dua!” ajak Satya ketika perutnya mulai terasa keroncongan.
Elgara mengangguk kemudian mengambil dua buah masker dan diberikan kepada Satya satu.