"Maksudmu?"
Boby menarik tangan Joy. Menuju ke sebuah ruangan kerja milik Boby. Joy masih belum mengerti dengan ucapan Boby. Mereka sudah tak memiliki harapan lagi untuk bebas. Joy juga sudah punya rencana sendiri agar dia bebas, meski caranya cukup kejam.
"Apa?" Boby mendudukkan Joy. Dia menuangkan sampanye ke dalam gelas kristal Joy.
"Minumlah, dulu." Joy tak dapat menolak. Dia menerima gelas yang diberikan Boby, meneguk minuman tersebut hingga habis. Tak ada reaksi yang berlebihan didapatkannya, Joy hanya merasa sedikit nikmat saja. Dia sudah ahli dalam meminum, jadi satu gelas tak akan membuatnya mabuk.
"Jangan basa-basi. Cepatlah, katakan. Apa yang kau rencanakan."
"Aku tahu kalau sebentar lagi kita akan ditangkap. Dengan bukti yang tidak lengkap dan tak ada saksi. Oleh karen