"Hari ini perasaanku sedang tidak baik-baik saja. Jadi bisakah kau pergi dari hadapanku?"
Sikap Jarlen yang mengganggu ritual makan malamnya, semakin menggelitik kesabaran Dimitri. Desir angin malam meniup helai rambut mereka dengan lembut. Sama dinginnya dengan aura mereka.
Alasan kuat membuat Jarlen tetap bergeming menghadang jalan monster berwujud lelaki muda itu. Dia tahu bahwa Dimitri jelas akan mengambil salah satu anak di sekitar untuk dijadikan santapan makan malam. Oleh karena itu dia ada di sini untuk menghentikan aksi brutal tak beradab bagi manusia: mengoyak tubuh manusia sambil menjilati jemari berlumur darah.
"Sebenarnya kau memihak siapa? Manusia? Atau spesiesmu sendiri, Werewolf?" Dimitri melempar tanya dengan wajah heran. Sebagai sesama makhluk pemakan daging, harusny