Jarlen merasakan sesuatu dari Sasha. Dia menatapnya yang masih tidur -belum bangun dari pingsannya tadi- dengan tatapan intens untuk menunggu tanda gadis ini akan bangun. Sebentar lagi ...., sebentar lagi Sasha akan tersadar. Itu yang dirasakan Jarlen saat memprediksi tuannya segera bangun. Tidak lama lagi.
Hingga kemudian dia melihat kelopak matanya bergerak. Jarlen menunggu dengan tidak sabaran. Tetapi dia melupakan sesuatu yang sangat penting. Wujud manusianya belum dia ubah. Karena Jarlen terlalu antusias menanti gadis ini membuka matanya. Sehingga dengan samar-samar bayangan wajah seorang laki-laki pun terlihat di pandangan Sasha.
Sasha masih pusing. Dia mengerutkan dahinya untuk mencoba mengenali wajah buram laki-laki ini. "Kau?" bingungnya tidak bisa percaya bahwa siluet laki-lak