Tampak seorang gadis sedang berjalan seorang diri menuju ke rumahnya. Di sepanjang jalan gadis itu terus menghubungi seseorang lewat chat untuk menjemputnya.
Gadis itu adalah Lyra Argin Raverin
Yang sering di panggil Lyra. Lyra baru pulang bekerja. dia kerja di restoran yang cukup terkenal di kalangan masyarakat.
____________________________
Chat
Lyra:
"Kak jemput Lyra"
"Lyra takut kak!"
"Kak?"
"Kenapa cuma di baca kak?"
:Kak Devano
"Berisik Anjing "
"Gue sibuk"
"Pulang sendiri"
Lyra:
"Tapi kak, lyra takut!"
:Kak Devano
"Gk peduli"
____________________________
Devano Aryan Raverin yang sering dipanggil vano adalah kakak dari Lyra. Vano tidak suka terhadap Lyra karna menurunya Lyra hanya beban di keluarganya.
"Huh, sendiri ya? udah gelap, Tapi daripada terus di sini" ujarnya lirih.
Lyra memutuskan untuk lanjut berjalan. Matanya tidak berhenti melihat sekeliling, siapa tau ada kendaraan yang lewat.
Dari arah belakang ada sebuah mobil yang menghampirinya. Tampak di dalam mobil ada seorang gadis yang sedang menatapnya.
"Baru pulang Lo?" Tanya gadis itu, yang bernama Gea putri Veronika
"Hmm" Lyra membalas pertanyaan Gea dengan deheman.
"Woy! Di jawab kek" sinis Gea.
"Iya, gue baru pulang! puas Lo?" Tekan Lyra.
"Puas kok, puas banget malah" ucap Gea sambil cengengesan.
"Dari mana Lo?" Tanya Lyra
"Mall, habis beli jajan, lah Lo kok baru balik?" Tanya Gea. Soalnya ini sudah malam tetapi Lyra baru pulang.
"Tadi lumayan banyak pelanggan, jadinya agak malem pulang nya"
"terus kenapa Lo gak chat gue? nanti kan gue jemput!"
"Takut ganggu"
"Hm. Dah lah, yok naik" ajak Gea. Tidak mungkin kan jika dia meninggalkan sahabatnya pulang sendiri? Itu terlalu bahaya. Karena banyak preman di sekitar sini.
Lyra hanya mengangguk dan langsung masuk ke dalam mobil Gea. Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah Lyra, rumah Lyra cukup sederhana tapi mewah.
"Thanks ya ge. Mau mampir dulu gak?" Tanya Lyra sambil turun dari mobil milik Gea
"Masama. Gak dulu deh ra, udah malem. Lain kali aja" tolak halus Gea
"Owh ya udah, ati-ati ya ge" ucap Lyra sambil melambaikan tangan kepada Gea.
Setelah mobil Gea tidak terlihat lagi, Lyra memutuskan untuk masuk kedalam rumahnya.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" ucap wanita paruh baya yang sedang duduk di ruang tamu.
"Kok baru pulang ra?" Tanya wanita paruh baya itu, yang di ketahui adalah momy Lyra yang bernama Nita Ralia Raverin.
"Maaf mom Tadi Lyra langsung ke rumah temen, ada tugas kelompok" bohong Lyra sambil cengengesan. tidak mungkin kan dia memberi tau bahwa dia baru pulang bekerja.
"Owh,ya udah kamu ke kamar gih Ganti baju, istirahat" ucap momy Nita kepada Lyra.
"Iya mom"
Saat Lyra berjalan menaiki tangga, Lyra berhenti karena dia berpapasan dengan Vano. Vano menatapnya sinis.
"Harusnya gak usah balik. cuma beban kok belagu" sinis Vano. lalu Vano langsung turun menemui momy nya
Lyra hanya bisa diam saat di hina oleh Vano. karena sejujurnya dia bukanlah anak kandung dari momy Nita, dia hanya anak pungut yang sangat di sayang oleh momy baru nya.
Sesampainya di kamar, lyra memutuskan untuk mandi, karena tubuhnya sudah lengket karena terlalu sibuk bekerja.
15 menit kemudian Lyra keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah melekat di tubuhnya.
Lyra berjalan menuju ke ranjangnya, lalu duduk di pinggir ranjang sambil bergumam lirih.
"Se-benci itukah kak Vano ke gue? gue gak minta di pungut momy kok,ya gue sadar diri emang gue anak pungut tapi gue juga manusia, seenggaknya jangan perlakukan gue selayaknya hewan" mata Lyra mulai memanas menandakan dia mulai menangis.
"Sebegitu mengganggu nya gue ya? Sampe di anggap parasit" Lyra terkekeh hambar, sambil menghapus air matanya yang jatuh tanpa persetujuan dari nya.
Lyra merebahkan tubuhnya di kasurnya. karena matanya yang mulai mengantuk Lyra bahkan lupa untuk mengunci pintu kamar.
Saat gadis itu terlelap, ada seorang pria yang masuk ke dalam kamar Lyra. Pria itu perjalanan menghampiri ranjang Lyra. ia melirik gelas yang berisi air di samping tempat tidur Lyra.
Pria itu menggambil gelas itu lalu.
Byur!
Pria itu menyiramkan air itu ke wajah Lyra. Lyra yang kaget karena merasakan wajahnya yang basah bergegas bangun dan dan melihat siapa yang telah menyiramnya.
"A--Ayah? Ke--Kenapa yah?" Tanya Lyra terbata-bata. Lyra mendongak melihat ayahnya yang menatapnya tajam.
Ya yang masuk ke kamar Lyra adalah ayahnya yang bernama Dewangga Adipta Raverin yang kerap dipanggil Dewangga.
"Ingin tidur ya? seharusnya kau belajar sayang, Kenapa malah tidur?" Ucap halus Dewangga sambil menampar pipi kiri Lyra.
Plak!
Tamparan kedua mendarat di pipi kanan Lyra, Lyra terus diam tidak ingin menghindar, karena percuma dia menghindar, Ayahnya akan semakin parah jika dia menghindar.
"Dasar anak pungut S1al4n!" Maki Dewangga, Dewangga menyeret Lyra masuk ke dalam kamar mandi.
Dewangga menghidupkan kran lalu menenggelamkan Lyra di bathtub, lyra ingin keluar tapi tidak bisa, karena Dewangga yang menahan kepalanya untuk terus berada di dalam air.
Sesaat kemudian Nita datang dan langsung menepis tangan dewangga dengan kasar dan menarik Lyra dari dalam air.
Wajah Lyra sudah pucat, mata yang memerah, nafas yang tidak teratur dan bibir yang bergetar. Melihat itu d**a Nita sesak dan matanya memanas.
Plak!
"Kamu gila mas?! Lyra bisa m4ti!" Bentak Nita ke suaminya itu.
"Bagus kalo m4ti, dia cuma beban di keluarga ini" jawab Dewangga santai sambil menekan kata beban.
"Dia bukan beban, dia anak kita!"
"Anak pungut" koreksi Dewangga dengan santai
Nita menggeram marah. Lalu membawa Lyra keluar dari kamar mandi dan tidak mempedulikan Dewangga.
"Sayang ayo kita ke rumah sakit" ajak Nita khawatir.
"Enggak usah mom, Lyra gapapa kok" balas Lyra dengan senyum hangatnya agar Nita tidak hawatir.
"Enggak sayang, kamu gak baik baik aja!"bantah Nita. Dewangga yang melihat istrinya yang sangat hawatir ke anak s1al4n itu pun menggeram marah.
Dewangga berjalan keluar dari kamar Lyra sambil berucap.
"Dasar anak pembawa s**l, kau tidak pantas untuk bahagia!" Tekan Dewangga kepada Lyra.
"MAS! Jaga bicaramu, dia anak kita mas!" Ucap Nita. Dewangga berhenti sebentar dan berucap
"Anak pungut" koreksi Dewangga yang ke dua kalinya. Lalu melanjutkan langkahnya untuk keluar.
Lyra hanya tersenyum mendengar hinaan dari Ayah angkatnya.
"Tidak usah dengarkan apa kata ayahmu sayang" ujar Nita dengan tatapan teduhnya.
"Iya mom, kalo gitu Lyra mau istirahat dulu ya mom, Lyra capek"ucap Lyra dengan senyumnya.
"Iya sayang, good night sayang" ucap Nita lembut.
"Night too mom" balas Lyra. Saat Nita keluar dari kamarnya, Lyra langsung mengunci pintu
dan berbaring di ranjang dengan air mata yang tiba-tiba lolos dari pelupuk matanya.
Lyra menghapus air matanya dengan kasar. Lalu menutup matanya perlahan.
✯✯✯✯